Timur Tengah Kian Memanas, Sinta dan Fakhri WNI di Turki dan Arab Saudi Waswas

Sinta, WNI di Turki bersama suaminya, Ilhan Ordek warga Turki (atas), Fakhri asal Katapang Bandung WNI di Arab Saudi, dan seorang wanita jemaah umroh asal Indonesia
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Eskalasi konflik bersenjata di kawasan timur tengah kian memanas meski yang terlibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Apalagi pascatewasnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sangat berpengaruh terhadap kondisi sejumlah negara tetangga Iran di antaranya Turki dan Arab Saudi.
Kondisi konflik peperangan yang belum kelihatan mereda ini, selain warga negara Indonesia (WNI) waswas, para jemaah umroh asal Indonesia saat ini pun banyak yang tertunda penerbangannya.
Apalagi setelah pangkalan militer AS di Riyadh, Arab Saudi jadi sasaran serangan Iran, para jemaah umroh asal Indonesia yang penerbangannya tertunda viral.
Terkait kondisi timur tengah yang kian memanas, dua WNI yakni Sinta Siti Hodijah (42) yang tinggal di Turki dan Fakhri Putra Erdiansyah (25) yang bekerja di Arab Saudi mengaku waswas apalagi jika perang terus berlanjut.
"Meski Turki tak terlibat konflik, sangat berpengaruh apalagi Turki merupakan perbatasan dengan Iran," kata Sinta WNI asal Kompleks Griya Bukit RW 21, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung melalui chat WA, Senin (2/3/2026) malam WIB.
Menurut Sinta yang sudah setahun tinggal di Istanbul Turki dibawa suaminya, Ilhan Ordek, asal Turki, selain banyak WNI waswas, penduduk Turki juga khawatir konflik Iran dengan AS dan Israel terus berlanjut.
"Selain para WNI waswas dan penduduk Turki khawatir, dampak lainnya yang sudah terasa kini harga-harga kebutuhan di Turki pada naik," ungkap Sinta.
Sinta pun mengungkapan, warga Turki umumnya dan para WNI menyesalkan angkuhnya presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Naudzubillaah sombongnya Donald Trump dan Benyamin Netanyahu. Baik warga Turki dan WNI saat ini berharap konflik bersenjata antara Iran kontra Israel dan AS segera reda ," tutur Sinta.
Jika konflik berkepanjangan, kata Sinta, ini sangat berpengaruh ke berbagai sisi khususnya di kawasan timur tengah, umumnya ke seluruh dunia.
"Jika konflik bersenjata mereda, saya bersama suami akan mudik atau terbang dari Turki ke Bandung 18 Maret mendatang,"pungkas Sinta.
Arab Saudi Aman
Sementara itu Fakhri Putra Erdiansyah (26), WNI asal Katapang, Kabupaten Bandung yang bekerja di Arab Saudi melalui chat WA mengatakan, situasi Arab Saudi hingga saat ini aman meski umumnya warga Arab Saudi dan WNI waswas, termasuk para jamaah umroh asal Indonesia khawatir.
"Saat ini situasi di Arab Saudi alhamdulillah aman. Para jemaah umrah asal Indonesia yang menjalankan prosesi ibadah umroh, termasuk saya lancar tak terpengaruh konflik bersenjata meski penerbangan bagi jemaah umroh tergaggu," tutur Fahri yang bekerja di salah satu hotel di Riyadh ini.
Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan duka cita atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran ini tewas akibat gelombang serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
"Saya sedih mengetahui meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan yang terjadi," kata Erdogan dalam unggahan di platform X pada Minggu (1/3/2026). Erdogan juga menyampaikan "simpati" Turki kepada rakyat Iran.
Ankara menegaskan tidak memihak dalam konflik yang memanas sejak Sabtu.
Erdogan pun disebut telah melakukan komunikasi telepon dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk meredakan eskalasi.
"Ya, kami prihatin dengan serangan yang secara terang-terangan melanggar kedaulatan Iran dan mengancam perdamaian rakyat Iran yang bersaudara. Pada saat yang sama, kami menganggap tidak dapat diterima bahwa Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara bersaudara di Teluk, terlepas dari alasannya," ujar Erdogan.**
Editor: Yayan Sofyan