Jasad Tak Dikenal Ditemukan Tertutup Sampah di Lereng Cidadap Kota Bandung

Yayan Sofyan
Evakuasi jasad tak dikenal di lereng Cidadapap, Kota Bandung
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Warga Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung geger menyusul ditemukannya sesosok jasad di sebuah lereng, Sabtu (18/4/ 2026) petang.
Namun baru Minggu (19/4/ 2026), proses evakuasi jasad yang belum diketahui baik jenis kelamin atau identitasnya ini dilakukan evakuasi petugas gabungan mengingat kondisi medan.
Berdadarkan informasi dari sejumlah saksi di lokasi, penemuan jasad tersebut bnermula oleh seorang warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi.
Sejumlah warga mengatakan, ada seorang saksi melihat jasad saat berada di bawah lereng.
“Awalnya ada warga yang sedang beraktivitas di bawah melihat ada mayat,” ujar Wandi (45), seorang warga, Minggu (19/4/2026).
Penumuan jasad tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan pihak kepolisian. Petugas dari kepolisian bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung mendatangi lokasi kajadian untuk penanganan.
Sementara itu,
Kapolsek Cidadap, Kompol Rudhi Gindriansyah, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Rudhi mengatakan, tim gabungan masih berupaya melakukan evakuasi dari dasar lereng.
Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas menggunakan peralatan khusus untuk menjangkau posisi jasad yang berada di lereng dengan ketinggian sekitar 50 meter.
"Ya tim gabungan sudah berada di lokasi dan saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” ungkap Rudi.
Jasad tersebut, kata Rudhì, telah berada di lokasi lebih dari 12 jam. Evakuasi sebelumnya direncanakan akan dilakukan pada malam hari. Namun terpaksa ditunda dengan pertimbangan keselamatan karena tebing yang curam.
Hingga saat ini, baik identitas ataupun jenis kelamin korban belum dapat diketahui. Saat jasad ditemukan tertutup rumpun bambu dan sampah sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.
Pihak kepolisian pun masih menunggu proses evakuasi selesai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.**
Editor: Yayan Sofyan
