Pulang Beli Kopi di Warung, Ayahnya Kaget Melihat Putranya Tergantung tak Bernyawa

Ilustrasi
Ilustrasi gantung diri.
CIREBON, KejakimpolNews.com – Warga Desa Gembongan Mekar, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, mendadak geger saat seorang ayah warga setempat menemukan anakanya, pemuda R (22) dalam kondisi tak bernyawa.
Pemuda itu jasadnya tergolek di dalam rumah kediamannya pada Kamis, 7 Mei 2026 lalau sehingga membuat tetangganya gempar. Polisi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan dihubungi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) .
Menurut keterangan yang diperoleh Sabtu (9/5/2026), Polsek Babakan Cirebon segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi di lapangan, insiden ini pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban. Sekitar pukul 16.00 WIB, korban sempat meminta ayahnya untuk keluar rumah sejenak guna membeli kopi di warung terdekat.
Namun, suasana berubah drastis saat sang ayah kembali ke rumah. Ia mendapati putranya sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area dapur rumah mereka. Korban ditemukan tergantung dengan seutas tali tambang berwarna merah yang terikat pada langit-langit dapur.
Dalam kondisi panik, ayah korban langsung meminta bantuan warga sekitar, yang kemudian berdatangan untuk membantu proses evakuasi sebelum pihak berwajib tiba di lokasi.
Setibanya di lokasi, anggota Polsek Babakan langsung mengamankan area dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti serta memintai keterangan dari saksi-saksi kunci, termasuk ayah korban, pihak keluarga, hingga perangkat desa.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan untuk kebutuhan penyelidikan,” ujar petugas kepolisian di lokasi kejadian sepeti dikutip dari Tribrata Polda Jabar.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya terkait motif kejadian ini. Hal tersebut penting dilakukan guna menjaga kondusivitas di lingkungan Desa Gembongan Mekar.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan latar belakang di balik peristiwa yang menimpa warga Dusun 03 tersebut.**
Editor: Sonni Hadi