Urang Sunda Miliki Dua Kampung, Bandung dan Lampung

Dedi Asikin
Dedi Asikin
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
PERJALANAN dari Bakauhuni menuju Lampung terasa berada di lembur sendiri Jangan takut haus atau lapar. Dulu tahun 2010 belum ada jalan tol lintas Sumatra. Jadi masih menggunakan jalan konvensional (arteri).
Itu rumah rumah makan yang berderet di kiri kanan jalan nyaris semua punya orang Sunda. Ada pedagang yang berasal dari Ciamis, Tasikmalaya, Pangalengan, juga Subang. Semua adalah orang-orang yang memegang etika tatakrama sopan santun yang nyunda. Meski kadang-kadang diselingi banyolan (candaan), khasnya urang Sunda.
Di pasar Bandar Lampung, orang-orang yang berkumpul di depan lapangan parkir menyambut kami sambil ramai-ramai nyamperin menghampiri dan menyalami.
"Ti Bandung Pa?," tanya yang satu.
"Abdi ti Subang," yang lain menimpali.
" Abdi mah ti Pameungpeuk Garut?"
"Ari abdi mah ti pangalengan." kata seorang lagi yang belakangan. Pokonya rame dah, kalau kata orang Betawi mah. Tapi tetap penuh keakraban.
Mereka itu sudah tinggal di sana bertahun-tahun. Bahkan ada yang brojol di sana. Awalnya sekeluarga datang dalam program transmigrasi. Diurus negara atau transmigran mandiri.
Selanjutnya mereka hidup beranak pinak sebgai petani. Kebanyakan bertani singkong atau ketela pohon. Lampung memang penghasil singkong terbesar di Indonesia .
Setahun produksinya bisa mencapai 6,7 sampai 7,9 juta ton dengan sentral produksi berada di Lampung Tengah dan Lampung Timur. Mereka sudah ekdpor tapioka dalam rangka hiliirisasi. Awal Mei Ini Lampung mengekspor 3 juta ton tapioka ke Cina.
Ada varitas unggul ysng sudah dan sedang dikembangkan. Namanya singkong Al Hidayah. Katanya ada satu pohon yang bisa menghasilkan 100 kg singkong.
Selain Singkong, Lampung juga sedang mengembangkan tanaman pohon Jabon sebangsa akasia atau arba di Jawa.
Waktu kami berkunjung ke kebun milik Arifin Panigoro ksmi mendapati pohon-pohon yang sudah tumbuh dengan ketinggian 30 meter. Batang utamanya tumbuh lurus ke atas dengan lingkaran satu meteran.**