Arief, Pendaki Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Masih Dicari

Foto : Istimewa
Tim SAR gabungan tadi malam naik ke Puncak Mega kawasan Gunung Puntang mencari Arief dan mendirikan tenda.
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Arif Wibisono (24), pendaki mahasiswa ITB yang dilaporkan hilang di kawasan Pegunungan Puntang sejak Sabtu (9/5/ 2026), hingga saat ini masih dicari tim SAR gabungan.
Arief yang dilaporkan hilang di di jalur maut Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung belum ditemukan ini, proses pencarian terus diupayakan oleh tim Ranger dan pihak terkait, Senin (11/5/2026).
"Hingga Senin (11/5/2026) pukul 10.00, Arief yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Puntang masih dalam pencarian tim SAR gabungan,"kata Beny Sonjaya, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Bandung ketika dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Menurut Beny, tim SAR gabungan mulai naik untuk melakukan pencarian dari pos PGPI menuju Puncak Mega.
"Tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB tim SAR gabungan mulai naik lagi ke atas mulai melakulan pencarian. Tenda pun sudah didirikan," ungkap Beny.
Sementara itu, pihak Kampus ITB menyatakan kegiatan pendakian Arief di Gunung Puntang tersebut tak berkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan.
"Ini bukan kegiatan kemahasiswaan. Mohon doanya saja Arief segera ditemukan," kata Direktur Komunikasi dan Humas Institut Teknologi Bandung Nurlaela Arief, Senin (11/5/2026).
Arief, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB angkatan 2024 ini, dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan turun dari Gunung Puntang, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/5/2026) sore.
Peristiwa tersebut bermula saat rombongan yang terdiri dari tiga orang memulai pendakian menuju Puncak Mega melalui jalur basecamp Gunung Puntang.
Sabtu (9/5/2026) pukul 07.45 WIB, rombongan mulai bergerak naik dari basecamp. Pukul 12.00 WIB, tim berhasil mencapai Puncak Mega dan beristirahat selama satu jam.
Pukul 13.00 WIB: Rombongan memutuskan untuk turun kembali menuju basecamp secara bersama-sama.
Namun kondisi mulai berubah saat di tengah perjalanan turun. Arief (survivor) memilih untuk melaju lebih dahulu di depan, sementara kedua rekannya tertinggal di belakang.
Ketidakberesan mulai terasa ketika kedua teman korban tiba di basecamp pada pukul 16.00 WIB, namun tidak menemukan sosok Arief di lokasi tersebut. Setelah menunggu hingga pukul 18.00 WIB tanpa tanda-tanda keberadaan korban, rekan-rekan Arief segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas di basecamp.
Pencarian tahap awal telah dilakukan sejak Sabtu malam. Pihak Ranger basecamp Gunung Puntang melakukan penyisiran mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Hingga batas waktu pencarian malam tersebut, survivor dilaporkan belum ditemukan.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana membenarkan seorang mahasiswa asal Bandung bernama Arief Wibisono, (25) mendaki gunung Puntang bersama dua rekannya hilang Sabtu (9/5/2026) saat melewati jalur Pasir Kuda.
"Tiga pendaki berangkat pukul 07.50 WIB dan sampai ke Puncak Mega pukul 12.00 . Setelah 1 jam istirahat mereka putuskan turun ke basecamp. Saat ini pencarian masih dilakukan,” kata Ade.
Arief, kata Ade nekat jalan duluan, tinggalkan dua rekannya. Sekitar pukul 16.00 WIB dua rekannya sudah di basecamp, tapi Arief hilang tanpa jejak.
Pencarian mandiri bareng ranger basecamp hingga pukul 22.00 WIB.
Tim SAR Bandung langsung terjun dan Satu tim rescue diberangkatkan tembus 45,7 kilometer darat pakai Rescue Car menuju titik nol.
Operasi SAR melibatkan pasukan elite denganal melibatkan Kantor SAR Bandung, Brimob, dan Tim Ranger Pasir Kuda. Mereka bawa peralatan lengkap di antaranya mountaineering, medis, alat komunikasi dan APD tempur.**
Editor: Yayan Sofyan