Separuh Laga Perdana Draw, Penurunan Kualitas Pildun 2026?!

Foto: Tangkapan layar/instagram
Timnas Iran dipaksa main imbang 2-2 lawan Selandia Baru.
Catatan IMAM WAHYUDI (iW)
DEMAM panggung. Kerap terjadi dalam laga perdana turnamen sepak bola. Tak kecuali kelas dunia. Pergelaran Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung menunjukkan gejala itu.
Sebutan "demam panggung" juga sering dikonotasikan sebagai menjajal lapangan. Sejalan atmosfir pertandingan. Tak kecuali, yang sebenarnya terjadi -- justru untuk memetakan kekuatan tim lawan.
Bersamaan kalkulasi dan strategi menghadapi lawan berikutnya. Setidaknya pula lantaran fase grup yang dimainkan dengan sistem paruh kompetisi. Raihan poin tertinggi yang berhak lolos fase lanjutan.
Harapan kemenangan, tentu pilihan utama. Tak semata gengsi, reputasi dan prestasi. Tapi ketika arah itu tak terbuka, maka pilihan hasil draw menjadi realistis. Setiap tim senantiasa berlomba untuk tidak menjadi bagian kloter pertama yang harus angkat koper dari perhelatan mancanegara ini. Berbeda fase lanjutan yang memberlakukan knock down. Tak ada pilihan, kecuali kemenangan untuk berlanjut ke babak berikutnya.
Merujuk gejala yang terbilang lazim itu tercatat separuh dari 16 laga berakhir imbang. Laga sudah bergulir hingga Selasa pagi yang kembali ditandai hasil seri. Timnas Iran (20) sempat dua kali tertinggal lawan Selandia Baru (85), sebelum mengakhiri hasil draw 2-2.
Banyak hasil imbang itu mengundang penilaian minor. Dimungkinkan penurunan kualitas Piala Dunia kali ini. Diawali dengan kebijakan FIFA yang lebih akomodatif dalam jumlah negara peserta. Tak tanggung-tanggung melibatkan 48 negara peserta, dibagi dalam 12 grup. Baru diperkenalkan pada hajat soccer se-jagat empat tahunan kali ini. Bahkan nama beberapa negara tak cukup dikenal sebelumnya. Sebelumnya, termasuk terakhir di Qatar 2022 -- berlaku tradisi 32 timnas peserta dengan delapan klaster fase grup.
Fase grup yang menuntut perhatian keseimbangan. Tak jarang hasil imbang menjadi pilihan terbaik. Pun berimbang dalam menoleh peluang lanjutan dari fase grup. Akumulasi poin dengan sistem paruh kompetisi sebagai bekal lolos fase ini.
Boleh jadi tak ada kaitan langsung dengan tapak prestasi dan reputasi. Aspek strategi bisa jadi alibi. Semisal timnas Spanyol dipaksa hasil draw tanpa gol lawan Tanjung Verde. Timnas dari negara kepulauan di Samudra Atlantik atau barat Afrika itu mempermalukan timnas matador dengan reputasi runner-up dunia 2026. Juga Belgia yang ranking 9 FIFA, ditahan imbang 1-1 lawan Mesir (ranking 29).
Selain tiga hasil seri di atas, tercatat lima laga lainnya. Berakhir 1-1 adalah Kanada (31) vs Bosnia Herzegowina (63), Qatar (56) vs Swiss (19), Brazil (6) vs Maroko (7), dan Arab Saudi (6) vs Uruguay (17). Pun Belanda (8) vs Jepang (18) 2-2.
Sementara delapan timnas mencatat kemenangan perdana fase grup. Ranking-10, Jerman menghajar Curacao (82) 7-1, Swedia (38) menggasak Tunisia (45) 5-1 dan AS (15) - Paraguay (42) 4-1. Lainnya, Meksiko (13) - Afsel (61) 2-0, Korsel (22) - Ceko (43) 2-1, Australia (27) - Turki (23) 2-0, Pantai Gading (33) - Ekuador (24) 1-0, dan Skotlandia (40) - Haiti (83) 1-0.
Kita tunggu delapan laga perdana lainnya untuk fase grup. Berturut-turut Prancis (3) vs Senegal (16), Irak (57) vs Norwegia (30), Argentina (1) vs Aljazair (28), Austria (25) vs Yordania (64), Portugal (5) vs Kongo (46), Inggris (4) vs Kroasia (11), Ghana (73) vs Panama (34) dan Uzbekistan (50) vs Kolombia (14). Berlangsung hingga Kamis, 18 Juni 2026 pekan ini.**