Alumni FTK Unisba Desak Pemerintah Bertindak Tegas Terkait Dugaan Penculikan 9 WNI oleh Israel

Foto : Istimewa
Thoudy Badai Rifanbillah satu di antara 9 WNI yang diculik tentara Israel saat akan mengirim bantuan ke warga Gaza, Palestina.
BANDUNG, KejakimpolNews.com — Suara dukungan terhadap Palestina kembali menggema dari Kota Bandung. Kali ini datang dari Keluarga Besar Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung atau AFTA Unisba.
Mereka menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan penculikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
Dalam pernyataan resminya, AFTA Unisba menilai peristiwa tersebut tidak hanya menyangkut keselamatan warga sipil Indonesia, tetapi juga menyentuh persoalan kemanusiaan dan kedaulatan hukum internasional.
Mereka mendesak pemerintah Indonesia agar mengambil langkah cepat dan tegas untuk memastikan seluruh WNI dapat kembali dengan selamat dan bermartabat.
Ketua AFTA Unisba, Zaki Zimmatillah Zulfikar, menyatakan bahwa negara tidak boleh diam menghadapi dugaan tindakan penculikan terhadap warga negara Indonesia, terlebih ketika para korban disebut tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina.
AFTA Unisba meminta Presiden RI mengambil langkah diplomasi luar biasa dengan mengerahkan seluruh kekuatan diplomatik Indonesia, termasuk membawa persoalan tersebut ke forum internasional. Selain itu, mereka juga mendorong pemerintah menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace sebagai bentuk sikap politik dan keberpihakan terhadap isu kemanusiaan Palestina.
Tidak hanya itu, organisasi alumni tersebut juga mendesak International Criminal Court atau ICC untuk mengusut dugaan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel, khususnya terkait dugaan penculikan warga sipil di wilayah perairan internasional.
Di tingkat nasional, AFTA Unisba meminta DPR RI segera menggelar sidang darurat dan memanggil Menteri Luar Negeri guna memastikan proses perlindungan serta pemulangan WNI dilakukan secara maksimal, serius, dan transparan kepada publik.
Melalui pernyataan sikap tersebut, AFTA Unisba juga menyerukan kepada seluruh kader, alumni, serta masyarakat luas untuk terus mengawal kasus ini hingga seluruh WNI dipastikan kembali ke tanah air.
Mereka menegaskan akan terus menyuarakan solidaritas terhadap Palestina dan menolak sikap diam terhadap tindakan yang dianggap sebagai bentuk kezaliman dan pelanggaran kemanusiaan.**
Author: One
Editor: Maman Suparman