Riyanto Tenggelam di Waduk Jatiluhur Saat Pindahkan Keramba

Tim SAR sedang menncari jasad Riyanto yang tenggelam di Waduk Saguling, namun hingga Jumat sore beluim ditemukan.
PURWAKARTA, KejakimpolNews.com – Seorang pemuda, Riyanto (21), tenggelam di Waduk Jatiluhur, tepatnya di kawasan Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta dan hungga Jumat(17/7/2026) petang masih belum ditemukan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban diketahui sedang berenang dari satu keramba ke keramba lain dengan bantuan styrofoam sebagai alat apung
“Diduga alat apung berupa styrofoam terlepas saat korban berada di antara dua keramba. Korban langsung tenggelam,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si dalam rilisnya Jumat(17/7/2026).
Laporan resmi masuk ke Kantor SAR Bandung, kara Ade Dian, Jumat (17/7/2026) pukul 05.50 WIB dari Kasat Polairud Polres Purwakarta, AKP Jamal Nasir setelah koordinasi dengan USS Karawang dan Satpolairud Polres Purwakarta dan informasi dinyatakan valid, Satu Tim Rescue USS Karawang langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian.
“Kami langsung gerakkan Tim Rescue USS Karawang. Tim dilengkapi peralatan SAR air, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan personel untuk mendukung operasi pencarian, “tegas Ade Dian Permana.
Menurut Ade Dian, korban diketahui bernama Riyanto warga Dusun Karangmulya RT 01/RW 05, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.
Menurut keterangan saksi, Riyanto biasa beraktivitas di sekitar keramba apung. Diduga ia ingin memindahkan barang atau mengecek keramba lain, lalu nekat berenang dengan styrofoam.
Sayangnya, alat sederhana itu tidak cukup menahan di tengah luasnya Waduk Jatiluhur. Saat lepas, tubuh korban langsung hilang ke dalam air.
Tim Rescue USS Karawang tiba di lokasi dan langsung menggelar operasi bersama Satpolairud Polres Purwakarta.
Peralatan yang dikerahkan yakni 1 unit rescue car double cabin, 1 set peralatan SAR air, alat komunikasi, dan APD lengkap, Penyisiran dilakukan di titik awal kejadian dan sekitar keramba tempat korban terakhir terlihat.
Arus di Waduk Jatiluhur cukup tenang, namun kedalaman dan luas area menjadi tantangan tersendiri. Tim penyelam dan perahu karet disiagakan untuk memperluas area pencarian.
"Operasi SAR akan terus kami lakukan sampai korban ditemukan, sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan yang berlaku,” kata Ade Dian.
Ade Dian juga mengingatkan warga yang beraktivitas di perairan agar tidak menyepelekan keselamatan gunakan pelampung. Jangan pakai styrofoam atau alat seadanya. Perhatikan kondisi lingkungan. Satu detik kelalaian bisa berakibat fatal,” tutupnya.**
Editor: Yayan Sofyan
