Duhhh... Alat Vital Pria Tersangkut ke Lubang Botol Plastik, Petugas Damkar Pun Turun Tangan

Foto: Whyr
Petugas Damkar tengah mengeluarkan alat kelamin pria yang tersangkut di lubang botol plastik.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Sungguh memalukan dan memilukan, seorang pria beristri warga Kecamatan dan Kabupaten Kuningan berinisial AR mengalami musibah, alat vitalnya dimasukin ke dalam botol tapi sulit dikeluarkan.
Setelah dicoba dengan uoaya sendiri gagal, akhirnya AR putus asa ia terpaksa minta bantuan UPT Pedaman Kebakaran (Damkar) untuk minta tolong mengeluarkan alat kelaminnya yang tersangkut di lubang botol plastik, Minggu (28/06/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusumah, saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya menerima permintaan bantuan dari salah satu rumah sakit setelah tenaga medis mengalami keterbatasan alat untuk melepaskan botol plastik tersebut.
Istri korban menjelaskan kepada petugas, malam itu suaminya merintih kesakitan dan memilih berbaring dikamar. Ketika ditanya rasa sakit yang dialaminya, sang suami sempat tidak mengaku.
Namun setelah didesak, akhirnya mengaku bahwa alat kelaminnya tersangkut di dalam botol plastik sehingga sulit dikeluarkan akibatnya mengalami pembengkakan.
"Sang Suami merintih kesakitan dan tidur saja di kamar. Saat ditanya penyebab rasa sakit dia tidak mengaku. Namun setelah terus di desak akhirnya mengaku kelaminnya masuk ke dalam botol dan susah dikeluarkan hingga mengalami pembengkakan," ungkap Andri.
Sementara itu, sang istripun panik lalu pihak keluarga membawa korban ke rumah sakit. Namun pihak rumah sakit tidak memiliki peralatan yang sesuai untuk menangani kondisi tersebut. Selanjutnya pihak rumah sakit segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan.
Atas bantuan dan gerak cepat empat anggota piket Regu 3. Proses evakuasi botol plastik berhasil dilepaskan dari alat kelamin korban dalam waktu sekitar 20 menit. Penyebab awal terjadinya alat kelamin korban tersangkut didalam botol plastik masih belum diketahui. Walahualam.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman