Dentuman dan Getaran Sabtu Malam di KBB dan Cimahi Kagetkan Warga, BMKG Beri Penjelasan Ilmiah

foto

Ilustrasi Meta AI

Ilustrasi suara dentuman dan getaran tengah malam kagetkan warha Bandung Barat dan Cimahi.

BANDUNG BARAT, KejakimpolNews – Suara gemuruh dan dentuman yang membuat bumi bergetar membuat warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Cimahi panik dan geger. Bahkan hingga kini fenomena alam ini maish menjadi perbincangan umum.

Kejadian dentuman dan suara gemuruh misterius ini terdengar cukup keras pada Sabtu (5/9/2026) tengah malam hingga dini hari tepat jam 00.00 WIB. Suara itu frekuensinya rendah disertai getaran fisik tersebut memicu kepanikan hingga menjadi perbincangan hangat di jejaring media sosial.

Sejumlah warga masih merasakan kepanikan, di antaranya Wawan IL (50) asal Cimahi, ia mengakui hingga kini masih merasakan ada suara getaran dan dentumanan ketika dia sedang berada di Cimahi.

"Saya berada di Cimahi, terbangun oleh suara getaran pintu dan jendela kusennya dari alumunium, saya kira kucing ingin masuk, ketika diperiksa tak ada apapun. Dilihat kunci yang menempel di pintu geser berayun-ayun seperti ada gempa," tutur Wawan IL.

Berdasarkan saksi lainnya juga melaporkan, getaran yang ditimbulkan cukup kuat hingga meretakan ketenangan malam. Kusmana (35) warga Padalarang juga menuturkan bahwa getaran tersebut membuat kaca rumahnya bergetar.

Tapi katanya, bukan gempa atau angin ribut. Kusmana menyebut, seperti ada bom jatuh dan getarannnya terasa ngageber hingga kaca rumah bergetar.

Puluhan warga juga merasakan fenomena yang langka ini. Di media sosial, juga viral tentang kesaksian terdengar getaran dan dentuman misterius hingga terasa di kawasan Ngamprah, Pasirlangu, Ciraden, Batujajar, Cililin, Sindangkerta, Lembang, Cibeber, hingga merembet ke wilayah Kota Cimahi.

Warga Pasirlangu, Susi Smyt, menggambarkan suara tersebut berulang mirip dentuman bedug atau sound system berdaya besar dari kejauhan.

Jawaban BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung memberi keterangan pers terkait peristiwa-peristiwa serupa di Jawa Barat, terdapat beberapa penjelasan ilmiah utama:

BMKG Bandung menjelaskan, petir saluran tertutup (cloud-to-cloud) di balik awan konvektif pada malam hari dapat memicu suara dentuman merambat jauh.

Ketika terjadi fenomena inversi suhu di atmosfer, gelombang suara tidak menyebar ke atas melainkan memantul kembali ke permukaan tanah, sehingga menimbulkan efek getaran pada pintu dan kaca tanpa terlihat kilatan cahaya.

Aktivitas Mikroseismik Dangkal: BMKG dan PVMBG juga mengidentifikasi bahwa getaran fisik tanpa magnitudo besar kerap dipicu oleh dislokasi batuan dangkal berskala kecil (mikroseismik).

Resonansi dari gelombang dangkal ini umumnya cukup untuk menggetarkan struktur bangunan ringan namun kerap tidak terdeteksi sebagai gempa tektonik utama pada sistem pemantauan standar.

Dinamika Rongga Bawah Tanah: Dalam kasus dentuman lokal seperti yang pernah diteliti BPBD KBB dan PVMBG di kawasan karst Cipatat, pergerakan air tanah bertekanan tinggi di dalam rongga batuan kapur atau pergeseran struktur tanah bawah permukaan juga berpotensi melepaskan energi akustik ke permukaan.

Gelombang Kejut (Shockwave) Non-Alam: BMKG menggarisbawahi kemungkinan adanya sonic boom atau gelombang kejut dari aktivitas operasional, peledakan amunisi, maupun kegiatan militer yang getarannya merambat melintasi batas wilayah admistratif.

Sampai berita ini diturunkan, suara gemuruh tersebut sesekali masih terdengar. (Dhomz/BandungKita.id)Dinamika Rongga Bawah Tanah: Dalam kasus dentuman lokal seperti yang pernah diteliti BPBD KBB dan PVMBG di kawasan karst Cipatat, pergerakan air tanah bertekanan tinggi di dalam rongga batuan kapur atau pergeseran struktur tanah bawah permukaan juga berpotensi melepaskan energi akustik ke permukaan.

Gelombang Kejut (Shockwave) Non-Alam: BMKG menggarisbawahi kemungkinan adanya sonic boom atau gelombang kejut dari aktivitas operasional, peledakan amunisi, maupun kegiatan militer yang getarannya merambat melintasi batas wilayah admistratif.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu mistis atau disinformasi yang beredar, serta terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG Bandung maupun BPBD Kabupaten Bandung Barat.**

Sonni Hadi

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Wali Kota Bandung Tegaskan Kontribusi Sebagai Ibu Kota Provinsi untuk HUT ke-81 Jawa Barat
Produsen Cibaduyut Makin Kreatif, Vinedrip LAB Tawarkan Pengalaman Bikin Sandal Sendiri
36 Pelaku Kejahatan Jalanan di Wilayah Polresta Bandung Dibekuk dan 90 Motor Diamankan
Jembatan Merah Putih di Rancabali, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Kini Lebih Mudah
KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat: Utamakan Keselamatan Saat Berada di Sekitar Area Operasional KA