4 Hari Hilang Kontak, 5 Wartawan dan 3 Awak Speedboat Peliput Anak Krakatau Hingga Kini Belum Ditemukan

Foto : Istimewa
Inilah foto terakhir lima wartawan yang akan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau saat berada di speedboat. Hingga kini masih dicari
BANTEN, KajakimpolNews.com -- Operasi SAR terhadap lima wartawan dan tiga awak kapal cepat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Senin (7/9/2026), pencarian memasuki hari ketiga, Kamis (10/9/2026).
Dalam pencarian tersebut, Basarnas akan mengerahkan kekuatan gabungan untuk mencari delapan orang setelah operasi dua hari sebelumnya tak membuahkan hasil.
Saat pencarian hari ketiga, tim SAR memfokuskan penyisiran ke sisi utara kawasan Gunung Anak Krakatau. Strategi pencarian pun tetap mempertimbangkan kondisi arus laut, pergeseran ombak, dan arah angin di sekitar lokasi.
"Basarnas dan unsur terkait di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada. Doakan saja semoga proses pencarian korban lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban segera ditemukan," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026) malam kepada wartawan.
Lima jurnalis dan Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis dab tiga orang yang berada dalam rombongan kapal cepat. Lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak ketika melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Basarnas menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan memastikan operasi SAR tetap dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai unsur.
Pencarian hari pertama belum membuahkan hasil Operasi pencarian pertama dilakukan Kantor SAR Banten Selasa (8/9/2026). Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 untuk melakukan pencarian dalam radius sekitar 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Namun, pencarian pada hari pertama belum berhasil menemukan rombongan jurnalis maupun awak kapal yang menjadi objek operasi SAR.
Tim gabungan kemudian melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran pada hari berikutnya. Area pencarian diperluas menjadi 68,3 nautical mile Pada Rabu (9/9/2026), pencarian memasuki hari kedua dengan wilayah operasi yang diperluas.
Maksimalkan Pencarian
Terkait 5 wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau dan belum ditemukan, Forum Wartawan Kebangsaaan (FWK) meminta pihak kepolisian dan Tim SAR gabungan meneruskan upaya pencarian secara maksimal.
“Kami menyampaikan aspirasi dari pihak keluarga. Mereka adalah keluarga besar Forum Wartawan Kebangsaan,”ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane pada acara “Ngobrol Santai” Forum Pimred Multimedia Indonesia dengan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddilizon Isir di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.
Doa, keprihatinan dan harapan atas keselamatan lima wartawan ini kembali disampaikan saat acara diskusi kebangsaan FWK, beberapa waktu kemudian, di tempat yang sama.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, antara lain Hendry Ch Bangun, mantan Ketua Dewan Pers periode 1999-2022 dan sejumlah wartawan senior lainnya.
Di hadapan para pemimpin redaksi dan pengurus Forum Pimred Multimedia Indonesia, termasuk Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddilizon Isir di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta.
Johnny Eddilizon Isir menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan pencarian lima wartawan yang hilang bersama tiga orang lainnya.
“Secara berkala, kami mendapat laporan dari Kapolda Banten (Irjen Hengki—Red) mengenai perkembangan pencarian wartawan dan tiga korban hilang lainnya,”ujar Johnny Eddilizon.
Johnny Eddilizon yang didapuk mengajak keluarga besar wartawan, masyarakat, ikut membantu upaya pencarian korban hilang dan menyampaikan doa terbaik untuk keselamatan para korban yang hilang, “Semoga korban yang hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat, sehat,”ujarnya.
Anggota FWK melaporkan, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat menyambangi Posko Utama SAR Gabungan, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026), sempat menemui dan berdialog dengan sejumlah istri wartawan yang hilang itu.
“Semoga tidak terjadi apa-apa ya,”ujar Irjen Hengki, sambil menyatakan pihak kepolisian, SAR Gabungan dan masyarakat terus berupaya mencari keberadaan wartawan yang hilang.
Hendry Bangun, mantan wartawan senior Harian Kompas mengapresiasi naruli jurnalistik para jurnalis yang mau bersusah payah, terjun langsung ke dekat lokasi kejadian, demi berita eksklusif untuk disampaikan kepada masyarakat luas.
“Naluri jurnalistik teman-teman ini patut diapresiasi, apalagi di tengah era digital dan artificial intelligent, di mana wartawan cenderung ingin bekerja cepat dan tidak mau repot-repot terjun ke lokasi kejadian,”tambah Raja Pane.
Gunung anak Krakatau menjadi pusat perhatian karena mengalami erupsi dan mengeluarkan lava, abu serta material pijar. Beberapa hari lalu, lima wartawan berangkat menuju Gunung Anak Krakatau. Menurut Basarnas, posisi terakhir diketahui sekitar 18,5 Km dari pantai. Kemudian, kontak dengan mereka terputus.**
Editor: Yayan Sofyan