Komunitas Sepeda Bandung Raya Gowes Mau "Gruduk" Istana, Desak Darurat Nasional Karhutla

Foto: One
Sembilan pesepeda atau goweser akan berangkat ke Istana persoalkan Karhuitla, mereka start dari gedung Merdeka Bandung.
BANDUNG, KejakimpolNews.com – Sekitar sembilan pesepeda dari sejumlah komunitas Bandung Raya berangkat dari depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026), menuju Istana Negara, Jakarta. Mereka mendesak pemerintah menetapkan status darurat bencana nasional terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rombongan dipimpin Kidung Saujana. Mereka menargetkan tiba di Jakarta pada 22 Oktober 2026 untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat.
Rute perjalanan melintasi Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi sebelum mencapai Jakarta.
Selain mendesak penetapan status darurat bencana nasional, para pesepeda menuntut perlindungan kawasan hutan dan lahan bekas terbakar dari alih fungsi komersial, pengusutan penyebab kebakaran, serta penindakan terhadap individu maupun korporasi yang terbukti bertanggung jawab.
Mereka juga mendesak pemulihan ekosistem dengan target dan anggaran yang jelas, pelibatan masyarakat adat dan lokal, serta reformasi tata kelola kawasan yang mengedepankan fungsi ekologis dan kearifan budaya Nusantara.
Dalam orasinya, Kidung Saujana mengkritik koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan karhutla yang dinilainya belum optimal. Ia juga mempertanyakan belum ditetapkannya status bencana nasional untuk karhutla.
Kidung turut menyoroti dugaan penyimpangan dalam penanganan kebakaran dan alih fungsi lahan bekas terbakar menjadi perkebunan kelapa sawit. Ia mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan tersebut secara transparan.
Melalui aksi bersepeda menuju Jakarta, para peserta berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam penanganan karhutla, penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan.**
Author: One
Editor: Maman Suparman