Tebing Setinggi 7 Meter Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Desa Terputus

Yayan Sofyan
Longsor di Tasikmalaya menutup jalan desa
TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com -- Hujan deras mengguyur malam tadi mengakibatkan sebuah tebing setinggi 7 meter longsor menutup jalan di Kampung Cilanjung, Desa Cikuya, Kecamatan Culamenga, Kabupaten Tasikmalaya.
Dampaknya, satu rumah tertimpa material di Kampung Pangeueuman, Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir. Kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, namun akses warga di Kampung Cilanjung tertutup hingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak semalam menyebabkan dua titik tanah longsor terjadi di Kecamatan Culamenga tutup jalan desa.
Namun, kejadian kedua dinding rumah berada di Kampung Pangeueuman, Bojonggambir jebol membuat tanah masuk ke dalam.
"Kami mendapat laporan dari Kecamatan Culamega terjadi longsor tutup jalan Desa terjadi pukul 06.00 WIB dan di Kecamatan Bojonggambir sekitar pukul 05.00 WIB satu unit rumah rusak tertimpa material tanah. Kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa dan petugas BPBD bersama Babinsa serta Polsek dibantu warga tengah melakukan evakuasi material," ujar, Roni AKS, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Roni, hujan sedang yang terjadi di bagian selatan Tasikmalaya memang secara bersamaan meski berbeda waktu membuat petugas BPBD bersama Damkar bergerak cepat melakukan evakuasi tanah longsor menimbun jalan Desa dan petugas lainnya bergerak ke lokasi yang lain. Akan tetapi, tanah longsor di Tasikmalaya ketika hujan turun dipastikan banyak bencana dan itu harus diwaspadai
"Secara geografis Kabupaten Tasikmalaya memiliki tebing dan kondisi tanah sangat labil mudah longsor ketika hujan turun dan kewaspadaan harus ditingkatkan kembali. Karena, wilayahnya sejak beberapa bulan dilanda kekeringan semakin parah hingga membuat kondisi tanah retak, belah dan ketika hujan turun sangatlah berbahaya," katanya.
Bencana hidrometeorologi, kata Roni, yang terjadi sekarang masih ringan tetapi sangat berbahaya, karena bisa terjadi hujan ekstrem lantaran hujan normalnya di bulan Desember dan puncaknya Januari.
Namun, kejadian tanah longsor pada bulan Oktober ini sudah tiga kali terjadi di Cibalong yang membuat saluran irigasi dan persawahan tertutup material tanah longsor.
"Kami mengimbau bagi warga yang sudah mendirikan rumah di bawah tebing supaya meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada lantaran curah hujan normal akan terjadi bulan Desember berdasarkan informasi BMKG. Akan tetapi, bencana longsor di Kecamatan Culamega dan Bojonggambir petugas tengah melakukan evakuasi material tanah agar jalan desa kembali dilalui pengendara," pungkasnya.**
Editor: Yayan Sofyan