Ekstase Persib

Foto : Istimewa
Bobotoh rayakan Persib juara tiga kali berturut-turut atau hattrick di Flyover Pasupati.
Catatan RiDHAZIA
PERSIB bukan sekadar klub sepak bola, melainkan identitas budaya, ruang sakral modern, ritual kolektif dan gaya hidup yang mengakar kuat.
Bahkan fanatisme terhadap skuad sepak bola asal Bandung ini secara metafora sebagai "agama kedua" yakni sebuah sumber identitas hingga ritual kolektif dan loyalitas tanpa batas.
Ekstase
Di era moderen sepak bola telah berubah menjadi agama sekuler tempat manusia mencari ekstase kolektif dan identitas bersama.
Ekstase -- dari bahasa Yunani ékstasis - adalah keadaan di luar kesadaran diri yang membuat seseorang merasa terlepas dari tubuhnya atau sangat khusyuk.
Keadaan ini ditandai dengan perasaan bahagia yang meluap-luap, keterlibatan pikiran secara total, dan terkadang disertai pengalaman spiritual atau mistis.
Bukan Syariat
Meski bukan bagian dari ajaran syariat totalitas pendukung seringkali melampaui logika biasa. Rela mengorbankan waktu, tenaga, dan uang secara ekstrem bahkan nyawa demi membela warna kebesaran klub.
Ritual Kolektif
Dalam perspektif sosiologi, stadion GBLA dan Kota Bandung -- seperti diperlihatkan pada perayaan kemenangan Persib -- berubah menjadi tempat ibadah sekuler tempat ribuan pendukung Persib berkumpul untuk bernyanyi, bersorak, dan merayakan ekstase bersama.**