Bobotoh Emang Keren! Dukungan untuk Anak-anak Penyintas Kanker Tembus Rp117,4 Juta

Ribuan Bobotoh yang bergerak bersama untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Teriakan "Keren, Bobotoh!" menggema di lantai 1 Graha Persib, Sabtu (8/8/2026) sore. Sportcaster, Riphan Pradipta spontan menyampaikan apresiasi tersebut setelah host Ale Aulia mengumumkan kabar yang membuat suasana Podcast Persib seketika berubah hangat.
Dalam waktu sekitar dua jam sejak penggalangan dimulai, donasi yang dihimpun melalui Podcast Persib telah menembus angka Rp100 juta. Bukan sekadar nominal, capaian tersebut menjadi gambaran dari kepedulian ribuan Bobotoh yang bergerak bersama untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).
Penggalangan donasi tersebut merupakan bagian dari Positive Movement: From Football to Positive Impact, sebuah gerakan yang mengajak ekosistem Persib untuk menjadikan energi dan kecintaan terhadap sepak bola sebagai kekuatan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Yang menarik, gerakan tersebut bukan kali pertama dihadirkan PERSIB dalam rangkaian pengenalan pemain baru untuk musim 2026/2027. Sepanjang periode transfer, Persib secara konsisten menghadirkan semangat Positive Movement melalui berbagai kampanye sosial yang dikaitkan dengan momen pengumuman pemain anyar, mulai dari kampanye keselamatan berkendara dan bersepeda, aksi donor darah, mewarnai bersama ayah, aksi bersih-bersih, hingga pelestarian budaya lokal.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut melalui pengenalan Danijel Loncar, yang dikemas dalam Podcast Persib sekaligus menjadi momentum penggalangan donasi untuk anak-anak penyintas kanker melalui YKAKI.
Dalam podcast tersebut, Persib menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Sportscaster Riphan Pradipta, Jurnalis Simamaung Anki Syaban, serta komika dan Bobotoh Anyun Cadel.
Selama kurang lebih dua jam, perbincangan tidak hanya membahas persiapan Persib menghadapi musim 2026/2027 maupun kehadiran bek asal Kroasia tersebut. Momentum itu juga dimanfaatkan untuk mengajak Bobotoh mengubah antusiasme terhadap klub menjadi sebuah aksi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi sesama.
Ajakan tersebut mendapat respons luar biasa. Hingga akhir siaran, donasi sementara telah mencapai Rp106.346.743. Penggalangan kemudian tetap dibuka hingga Minggu (9/8/2026) pukul 17.00 WIB untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada Bobotoh yang ingin berpartisipasi.
Hasil akhirnya, donasi yang terkumpul untuk mendukung anak-anak penyintas kanker sebesar Rp117.468.981 dari 6.209 donatur. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana kekuatan komunitas Bobotoh dapat bergerak melampaui batas lapangan sepak bola.
Dukungan terhadap Persib tidak hanya hadir dalam bentuk sorakan dari tribun atau antusiasme mengikuti pertandingan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata ketika ada sesama yang membutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bobotoh yang telah mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
"Terima kasih Bobotoh atas kepeduliannya kepada adik-adik kita yang tengah berjuang melawan kanker. Semoga donasi ini dapat memberikan manfaat dan menjadi dukungan bagi mereka serta keluarga dalam menjalani perjuangannya," ujar Kuswara.
Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan Bobotoh merupakan bagian penting dari nilai yang ingin terus dibangun Persib bersama komunitasnya. "Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus tumbuh. Apa yang dilakukan bersama-sama mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, tetapi bisa sangat berarti bagi mereka yang menerimanya," katanya.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari Positive Movement, yang terus dikembangkan Persib sebagai ruang kolaborasi untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif.
Semantara itu, VP Commercial PT Persib Bandung Bermartabat, Budi Ulia, mengatakan bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang dan energi tersebut dapat diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
"Sepak bola tidak berhenti pada pertandingan, kemenangan, atau trofi. Ketika komunitas di dalamnya memiliki kepedulian, energi dari sepak bola dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan dampak positif bagi kehidupan masyarakat," kata Budi.
Menurutnya, rangkaian Positive Movement yang hadir dalam momentum pengenalan pemain baru musim 2026/2027 juga menunjukkan bahwa setiap pemain yang datang ke Persib dapat membawa lebih dari sekadar kontribusi di lapangan.
"Setiap pemain baru memiliki cerita dan karakter yang berbeda. Kami ingin kehadiran mereka juga menjadi kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang melakukan sesuatu yang positif. Persib membuka ruangnya, para pemain menjadi bagian dari pesannya, dan Bobotoh yang kemudian menghidupkan gerakan tersebut," ujarnya.
Rangkaian Positive Movement sepanjang periode pengenalan pemain baru musim 2026/2027 memperlihatkan beragam isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari keselamatan berkendara, kesehatan, keluarga, lingkungan, budaya, hingga kepedulian terhadap anak-anak penyintas kanker.
Bagi Persib, keberagaman tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperluas makna dukungan terhadap klub. Kecintaan terhadap sepak bola tidak harus berhenti pada pertandingan, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian dan mendorong aksi positif bersama.
Penggalangan dana untuk anak-anak penyintas kanker melalui YKAKI menjadi salah satu contoh bagaimana energi tersebut dapat diwujudkan secara nyata. Lebih dari Rp117,4 juta yang terkumpul dari 6.209 donatur menjadi bukti bahwa ketika dilakukan bersama-sama, sebuah langkah sederhana dapat menghasilkan dampak yang berarti.
Positive Movement pun tidak berhenti pada satu momentum. Persib akan terus membuka ruang kolaborasi bersama Bobotoh, komunitas, mitra, dan berbagai elemen masyarakat untuk menghadirkan lebih banyak gerakan yang membawa manfaat.
Karena pada akhirnya, dari sepak bola lahir energi. Dari energi tumbuh kepedulian. Dan dari kepedulian, lahir dampak positif.**
Author: Gaiskha
Editor: Maman Suparman
