Bioskop "Kaleng Biskuit"

Foto : Istimewa
Gedung Bioskop Majestic yang disebut "Kaleng Biskuit: masih terjaga keasliannya hingga kini.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
BUOSKOP Kaleng Biskuit, itulah istilah urang Sunda di Bandung untuk salah satu bioskop pertama yang berdiri megah di Jalan Braga, Bandung: MAJESTIC
Bangunan gaya art deco era kolonial Belanda ini tak berubah hingga sekarang sebagaimana didesain pertama kali oleh Prof Ir Charles Prosper Wolff Schoemaker pada era 1920-an.
Saat itu art deco menjadi tren arsitektur paling populer. Dan, sang arsitek asal Belanda itu menumpahkan gagasannya hampir untuk semua bangunan di Bandung antara lain Gedung Asia Afrika, Gedung PLN, Masjid Cipaganti, dan Gereja Katedral.
Tapi entah bagaimana urang Sunda di Bandung alih-alih kagum dengan bangunan seindah ini, malah disebut bangunan kaleng biskuit.
Tenyata, alasannya disebut demikian karena bentuk fasad depannya yang bundar dan melengkung pada tempat hiburan elite di Bandung menyerupai kaleng biskuit yang dalam Belanda disebut "blikken trommel"
De Majestic
Bangunan bioskop masih terjaga keasliannya. Gaya neo-klasik pada bangunan ini akan mengingatkan pada bangunan yang hampir serupa yang bisa ditemukan di Kota Tua yang ada di Jakarta dan Semarang.
Seperti bangunan aslinya, selain nama yang berubah menjadi DE MAJESTIC. Pernah pula dilabeli nama Oriental Bioskop dan Bioskop Dewi dan Concordia Bioscoop.
Juga fungsinya. Di dalam gedung ini tidak ada lagi pemutaran film. Tetapi direvitalisasi menjadi gedung pertemuan. Berganti nama menjadi Asia Afrika Cultural Centre (AACC) yakni pusat kegiatan kebudayaan.
Film Lutung Kasarung
Bioskop ini dicatat dalam sejarah menjadi bioskop pertama yang menayangkan film berjudul "Loetoeng Kasaroeng" sebuah film bisu pertama yang diproduksi di Indonesia.
Film ini yang dirilis tahun 1926 dan diproduksi oleh NV Java Film Company ini disutradarai dan diproduseri oleh L. Heuveldorp dengan sinematografer G. Krugers menjadi populer pada era itu karena dibintangi oleh para pemeran pribumi asli.
Pemutaran film perdananya di kota Bandung dari tanggal 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927.**

