Gaji di Bawah Pegawai SPPG, Relawan Bandung Bedas Bersih Sampah pun Curhat

Yayan Sofyan
Sejumlah relawan Bandung Bedas Bersih Sampah saat membersihkan sampah di salah satu titik di Cileunyi
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Setelah guru honorer dan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Bandung berkeluh kesah soal gaji lebih kecil dibanding pegawai Satuan Pelayanan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Gizi Gratis (MBG), giliran ada pihak yang berkeluh kesah.
Kali ini, para relawan Bandung Bedas Bersih Sampah (BBBS) umumnya di Kabupaten Bandung, khususnya di wilayah Bandung timur yang setiap hari bergelut dengan sampah, mereka curhat terkait gaji yang diterima dibanding dengan pegawai SPPG.
Para relawan BBBS di 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung rata-rata menerima gaji Rp 1,250 juta.
Berdasarkan informasi, gaji tenaga kerja di dapur SPPG untuk program (MBG) tahun 2026 bervariasi berdasarkan posisi, mulai dari Rp2 juta per bulan untuk staf dapur/operasional hingga Rp6-7 juta per bulan untuk kepala dapur/ahli gizi.
Beberapa posisi bahkan dilaporkan menerima Rp1,8 - 2,5 juta per dua minggu untuk sopir dan tukang cuci piring.
Sementara untuk guru honorer dan guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Bandung menerima gaji di bawah Rp750.000/bulan.
Bahkan diwacanakan, pegawai SPPG, program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran ini oleh Badan Gizi Nasional (BGN) akan diangkat ASN atau PPPK.
Sementara itu, sejumlah relawan BBBS ketika ditemui saat membersihkan tumpukan sampah di salah satu titik di Cileunyi mengaku setiap bulan hanya menerima gaji Rp1,250 juta.
"Tapi tolong catat, ini bukan curhat apalagi berkeluh kesah. Ini hanya membandingkan saja, gaji relawan BBBS dengan pegawai SPPP. Sopir dan tukang cuci piring di dapur SPPG saja gajinya Rp2 juta hingga Rp2,5 juta," kata Bah Salim, relawan BBBS dari Kecamatan Cileunyi, Selasa (7/4/2026).
Menurut Bah Salim yang sebelumnya jadi tenaga honorer di Kantor Kecamatan Cileunyi namun nasib berkata lain, ia tak terangkat ASN atau PPPK yang akhirnya jadi relawan BBBS.
"Di Kecamatan Cileunyi ada 8 orang relawan BBBS yang kerja 6 hari dan per hari kerja 6-7 jam di 7 desa. Ya kami menerima gaji sama Rp 1,250 juta/bulan," ungkap Bah Salim.
Ketika ditanya apakah saat Idulfitri kemarin menerima THR. "Kami tak menerima THR hanya sembako dan rompi," tutur Bah Salam.
Bah Salim pun mengungkapkan, pihaknya bukan membandingkan apalagi cemburu terkait gaji relawan BBBS dan pegawai di dapur SPPG yang begitu jauh karena ini sudah rezekinya masing-masing.
Rezeki, sambung Bah Salim sudah Allah atur yang patut dijalani, dinikmati dan disyukuri.
"Biarlah pegawai dapur SPPG yang bergelut dengan makanan gajinya besar sudah rezekinya. Begitu pula relawan BBBS yang setiap hari bergelut dengan sampah dan kerap menemukan sampah MBG di jalan, ini juga rezeki yang harus disyukuri," ujar Bah Salim.
"Hanya, yang patut disayangkan, kerap ada sàja warga jika menemukan tumpukan sampah di jalan relawan BBBS yang disalahkan. Padahal kami rasa para relawan BBBS sudah bekerja maksimal," pungkas Bah Salim.**
Editor: Yayan Sofyan