Mangkrak, Proyek Revitalisasi Pasar Cileunyi Rp 4,5 Miliar Lebih Kembali Jadi Sorotan

Yayan Sofyan
Proyek revitalisasi Pasar Cileunyi yang mangkrak hingga kini dipertanyakan kelanjutannya.
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Terkait proyek revitalisasi Pasar Cileunyi, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung Rp 4,5 miliar lebih yang mangkrak alias terhenti pembangunannya kembali jadi sorotan dan banyak dipertanyakan.
Bagaimana tidak, proyek revitalisasi Pasar Cileunyi anggaran APBD Kabupaten Bandung tahun anggaran 2025 ini, kini terhenti yang hanya sampai pembangunan rangka-rangka beton untuk kios.
Berdasarkan pantauan, Senin (8/6/2026), terlihat di lokasi proyek tak ada kegiatan. Seng-seng yang menutup lokasi proyek berantakan.
Di salah satu seng di lokasi proyek masih terpasang papan proyek. Papan tertulis, proyek anggaran ABPD Kabupaten Bandung tahun anggaran 2025 sebesar Rp 4.616.572.858 dikerjakan oleh CV Sinar Agam Lestari.
Namun dalam papan tersebut tak tertulis kapan dimulai kegiatan proyek dan kapan selesainya. Hal ini jadi sorotan dan dipertanyakan banyak pihak.
"Jika melihat kondisi proyek revitalisasi Pasar Cileunyi saat ini, dari kasat mata dan saya selaku orang bodo menilai tak layak bangunan yang baru segini bisa menghabiskan anggaran Rp4,5 miliar lebih," kata salah seorang tokoh masyarakat Cileunyi, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, meski lahannya menggunakan tanah milik Pemkab Bandung, namun harus ada transparansi terkait penggunaan anggaran Rp4,5 miliar lebih ini.
"Anggaran proyek revitalisasi Pasar Cileunyi 'kan menggunakan APBD. Ini uang rakyat, pantaskah anggaran Rp 4,5 miliar proyek terhenti dan hasilnya seperti ini. Saya minta dinas terkait cek kondisi proyek saat ini," tandasnya.
Sebelumnya, Kades Cileunyi Wetan, Hari Haryono buka suara menyusul kabar katanya revitalisasi Pasar Cileunyi, selain di lahan Pemkab Bandung, juga di lahan milik desa (MD) Cileunyi Wetan.
"Proyek revitalasi Pasar Cileunyi di lahan milik Pemkab Bandung tak gunakan lahan MD Cileunyi Wetan," kata Hari.
Menurut Hari, jika ke depannya lahan MD dibutuhkan untuk pengembangan Pasar Cileunyi, sekaligus mengembangkan produk UMKM tak keberatan.
"Sekali lagi, revitalisasi Pasar Cileunyi tak gunakan lahan MD. Kalau membangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ya benar di lahan MD, bekas Terminal Cileunyi," ujar Hari.
Diberitakan, proyek revitalisasi Pasar Cileunyi Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung senilai Rp4, 5 miliar lebih kini terhenti pembangunannya, disorot dan banyak dipertanyakan.
Proyek revitalisasi Pasar Cileunyi di lahan milik Pemkab Bandung dan juga katanya ada lahan milik Desa Cileunyi Wetan ini, dikerjakan pihak ketiga oleh CV Sinar Agam Lestari di pinggir Pasar Sehat Cileunnyi (PSC), pasar yang dikelola swasta PT Biladi Karya Abadi (BKA).
Berdasarkan pantauan, proyek revitaliasi dari anggaran APBD Kabupaten Bandung ini, baru sebatas pembangunan tiang-tiang beton untuk kios.
Area proyek ditutup seng, tak ada seorang pun pekerja mengerjakan pembangunan, termasuk tak terlihat material bangunan.
Di lokasi terpasang plang proyek dengan tulisan "Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung".
Dalam plang tersebut tertulis, kontrak no 602.1/10/KTR/Rev. Psr. Cileunyi/DPUTR/2025, volume 1 paket, nilai kontrak Rp 4.616.572.858, pelaksana CV Sinar Agam Lestari dan tahun anggaran TA APBD 2025.
Namun tidak tertulis sejak kapan proyek pembangunan dimulai dan kapan selesainya. Yang pasti, pengerjaan pembangunan proyek benar-benar terhenti dan pebangumannya mangkrak.
Mangkraknya pembangunan revitalisasi Pasar Cileunyi kini banyak dipertanyakan, baik warga Cileunyi, sejumlah tokoh masyarakat dan para pedagang.
"Sudah beberapa bulan proyek pembangunan Pasar Cileunyi ini terhenti entah apa penyebabnya. Yang saya tahu awal 2026 pembangunan dimulai,"kata Wawan (50), seorang pedagang di PSC, Rabu (20/5/2026).
Hal senada dilontarkan sejumlah tokoh masyarakat. Mereka mempertanyakan terhentinya proyek pembangunan revitali Pasar Cileunyi ini.
"Ini 'kan anggaran APBD alias uang rakyat, masyarakat harus tahu mengapa terhenti. Apalagi lawannya milik Pemda dan katanya pula ada lahan milik Desa Cileunyi Wetan, masyarakat harus tahu," tutur seorang tokoh masyarakat.
Selain mempertanyakan terhentinya pembangunan revitalasi pasar, ia pun mempertanyakan apakah proyek revitasi sebelumnya pernah dimusyawarahkan dengan banyak pihak terkait.
"Mengapa Pasar Cileunyi Cileunyi harus direvitalisasi ' kan sudah ada Pasar Sehat Cileunyi. Lebih baik lahannya dibangun Masjid Besar Cileunyi saja yang kini sekadar wacana tak ada juntrungnya karena harus membeli lahan Rp 20 miliar ketimbang di area yang sama ada 2 pasar," kata Moch. Ikhsan warga Cileunyi.
Padli, petugas UPTD Pasar Cileunyi ketika ditemui membenarkan jika pembangunan proyek revitalisas Pasar Cileunyi sudah lama terhenti. "Saya tak tahu mengapa terhenti," kata Padli.**
Editor: Yayan Sofyan