Sinergi Pentahelix, Strategi Hadapi Risiko Banjir Baleendah

Foto: Hary Aboy Pahlawan
Ketua Tim Pentahelix Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung terpilih Rahmat (atas) tengah menjelaskan kondisi geografis Baleendah, yang secara historis merupakan bagian dari Cekungan Bandung. Foto : Hary Pahlawan
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Pemerintah Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, menggelar rapat koordinasi (rakor) sinergitas program pentahelix, Jum'at (17/04/2026)
Penyelenggaraan rakor ini seperti dikatakan Camat Baleendah, Drs. Eef Syarif Hidayatullah, M.Si, sebagai upaya percepatan penanggulangan dan pengurangan risiko bencana banjir.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga media.
Eef menjelaskan, rakor tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Bandung agar setiap kecamatan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix.
Langkah ini dinilai penting, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat pengurangan alokasi dana dari pemerintah pusat.
“Di satu sisi kita menghadapi keterbatasan anggaran, namun di sisi lain cuaca ekstrem beberapa hari terakhir telah memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Baleendah termasuk salah satu dari tujuh kecamatan yang rawan terdampak,” ujar Eef dalam sambutannya.
Menurut dia, pendekatan pentahelix menjadi solusi strategis untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Melalui kolaborasi yang sinergis, komprehensif, dan berkelanjutan, diharapkan seluruh unsur dapat berperan aktif dalam mengurangi risiko, merespons, hingga menangani dampak bencana banjir secara bersama-sama.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kecamatan Baleendah membentuk Tim Panitia Pentahelix, yang diketuai oleh Rahmat, S.Ip, M.Si, dengan struktur kepanitiaan tetdiri atas perwakilan dari berbagai unsur pemangku kepentingan.
Camat Baleendah menekankan, pembentukan tim ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk bekerja secara kolaboratif dan terintegrasi.
Pihak kecamatan dikatakannya juga telah melakukan pemetaan titik-titik rawan banjir, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah Kelurahan Baleendah.
Pada kesempatan itu, Eef menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan bersedia terlibat dalam tim pentahelix. Ia berharap, tim yang terbentuk dapat bekerja optimal dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Pentahelix terpilih, Rahmat, menyatakan, amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar sekaligus tugas mulia.
Rahmat juga menyoroti kondisi geografis Baleendah yang secara historis merupakan bagian dari Cekungan Bandung, yakni wilayah dengan elevasi rendah yang secara alami menjadi tempat berkumpulnya aliran air.
“Air selalu mengalir ke titik terendah, dan Baleendah berada pada posisi tersebut. Namun saya optimis, dengan semangat pentahelix dan kebersamaan, kita bisa mengubah kondisi ini. Bahkan takdir pun bisa berubah dengan doa dan ikhtiar,” ungkapnya penuh semangat.
Melalui kolaborasi lintas sektor dengan terbentuknya Tim Pentahelix ini, Rahmat berharap upaya penanggulangan banjir di Baleendah dapat berjalan lebih efektif, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh bagi masyarakat.**
Editor : Hary Aboy Pahlawan

