Empat Hari Jelang Pengumuman Pengelola Bandung Zoo, FK3I Minta Proses Transparan dan Utamakan Konservasi

Foto: One
Koordinator FK3I Pusat yang juga Ketua Dewan Daerah Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan
BANDUNG, KejakimpolNews.com – Menjelang pengumuman pemenang tender pengelolaan Bandung Zoo yang tinggal empat hari lagi, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) mengingatkan Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Kehutanan agar memastikan seluruh proses seleksi berjalan terbuka, transparan, netral, serta bebas dari praktik politik uang maupun indikasi permainan dalam penentuan nilai sewa lahan.
Koordinator FK3I Pusat yang juga Ketua Dewan Daerah Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan menegaskan, proses penentuan pengelola baru Bandung Zoo tidak boleh hanya berorientasi pada aspek bisnis semata.
Menurutnya, keselamatan satwa, kelestarian kawasan konservasi, serta keberlangsungan hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada operasional kebun binatang harus menjadi perhatian utama.
“Selain pengalaman dalam pengelolaan lembaga konservasi, pemerintah harus memastikan adanya komitmen dari calon pengelola untuk mempertahankan pekerja Bandung Zoo, pelaku UMKM, pedagang, dan pihak ketiga yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi di kawasan tersebut,” ujar Dedi.
FK3I juga meminta agar setiap rencana penataan kawasan dilakukan secara hati-hati dan tidak mengorbankan aspek lingkungan maupun sosial. Dedi menegaskan jangan sampai proses revitalisasi mengakibatkan penebangan pohon, penggusuran warga, atau berkurangnya jumlah satwa yang saat ini berada di Bandung Zoo.
Menurutnya, apabila dilakukan verifikasi dan pendataan satwa, proses tersebut harus dilakukan secara ketat dan transparan, termasuk memastikan kondisi kesehatan satwa serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung kesejahteraannya.
Di sisi lain, FK3I mengaku memiliki kekhawatiran terhadap salah satu peserta seleksi yang disebut pernah terlibat dalam konflik terkait pengelolaan Bandung Zoo sebelum kawasan tersebut ditutup. Meski tidak menyebutkan nama lembaga yang dimaksud,
Dedi berharap seluruh peserta mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama selama proses seleksi berlangsung.
“Kami berharap tidak ada pihak yang mendapat perlakuan khusus. Semua peserta harus tunduk pada aturan dan kewajiban yang sama,” katanya.
FK3I juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses penetapan pengelola baru Bandung Zoo. Apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran prosedur administrasi, penyimpangan terhadap janji pemerintah kepada masyarakat, atau ancaman terhadap kesejahteraan satwa dan warga yang bergantung pada operasional Bandung Zoo, organisasi tersebut siap menempuh langkah hukum.
“Kami tidak akan segan melakukan somasi maupun upaya hukum lainnya, baik melalui jalur nonlitigasi maupun litigasi. Tim kuasa hukum juga telah kami siapkan apabila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan,” tegas Dedi.
Meski demikian, FK3I berharap pengumuman pemenang pengelolaan Bandung Zoo nantinya dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulkan polemik baru.
Organisasi tersebut berkomitmen tetap melakukan pengawasan terhadap tiga pihak utama, yakni Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kehutanan, dan pengelola terpilih, guna memastikan tata kelola Bandung Zoo berjalan sesuai prinsip konservasi, transparansi, dan kepentingan publik.**
Author: One
Editor: Maman Suparman