Warga Kekeringan, Sumber Mata Air Cihampelas Cinunuk Habis Disedot PDAM Tirta Raharja dan PT Kreasi Papan

Mata air Cihampelas Cinunuk disedot PDAM Kab. Bandung dan PT Kreasi Papan, jamban-jamban merana, kolam-kolam kekeringan dan sawah-sawah jadi tegalan
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Krisis air dari sumber mata air Cihampelas, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung kini jadi sorotan banyak pihak.
Pasalnya, krisis air di sumber mata air Cihampelas ini, berdampak kepada masyarakat untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, termasuk kebutuhan para petani untuk mengairi sawahnya.
Sementara sejumlah pihak di antaranya PDAM (Perumda Air Minum Tirta Raharja) Kabupaten Bandung dan PT Kreasi Papan tiada henti terus menyedot sumber mata air Cihampelas untuk "dikomersilkan".
Sumber mata air yang berlokasi di Kampung Sukahayu RW 10, Desa Cinunuk ini telah "dikuasi" PDAM Kabupaten Bandung dan PT Kreasi Papan sangat berdampak bagi masyarakat dan petani sekitarnya. Salah satunya ke Kampung Cibolerang RW 09, Desa Cinunuk.
"Warga menilai, seretnya air dari sumber mata air Cihampelas saat ini, penyebabnya bukan debit airnya berkurang dampak kemarau, tapi habis "disedot" PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung dan PT Kreasi Papan," kata Dede Suryana, Ketua RW 09 Kampung Cibolerang, Desa Cinunuk, Minggu (25/10/2025).
Menurut Dede, puluhan tahun tidak ada cerita sumber mata air Cihampelas ini dikeluhkan warga karena debitnya berkurang. Namun, kata Dede, yang tanah warisannya disekitar sumber mata air dibeli perusahaan, kondisi lingkungannya berubah dratis setelah hadirnya PDAM Tirta Raharha dan PT Kreasi Papan.
Bahkan, sambung Dede, seretnya air dari mata air Cihampelas ini, selain selokan irigasi, kolam-kolam kekeringan dan sawah-sawah jadi tegalan, jamban-jamban merana, kran air untuk warga pun kini sudah tak ada airnya.
"Ini benar-benar krisis. Meski lahan di sekitar mata air sudah dibeli perusahaan, sumber mata air itu milik siapa?. Berharap ini harus jadi perhatian banyak pihak," ungkap Dede.
Dede pun mengungkit perjanjian dulu terkait pengelolaan sumber mata air Cihampelas oleh pihak ketiga tak akan merugikan masyarakat dan petani sekitarnya.
"Fakta dan jujur saja, sumber mata air Cihampelas dengan cara di bor dan dipasang coran hingga dinding sumber mata air serta disimpan di bak penampungan ternyata dikomersilkan. Bahkan dijual ke perusahaan air mineral," ujar Dede.
Sementara itu, Ketua BPD Cinunuk, Atim M.Ag ketika dimintai komentarnya terkait persoalan sumber mata air Cihampelas yang dikeluhkan warga sekitarnya dan petani mengatakan, pihaknya akan segera menindak lanjutinya.
Sedangkan, Budi Satria, Direktur Operasional PT Kreasi Papan yang mengelola sumber mata air Cihampelas Cinunuk ketika dikonfirmasi melalui telepun terkait keluhan warga ini belum meresponnya. Diketahui, mata air Cihampelas Desa Cinunuk ini memiliki peran penting bagi kehidupan dan sejarah masyarakat sekitar.
Terdapat tujuh titik mata air Cihampelas yang berlokasi di Kampung Sukahayu RW 10 ini telah mengairi lahan pertanian warga selama puluhan tahun dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.**
Editor: Yayan Sofyan