Wabup Kuningan Apresiasi Salimah, Memasuki Usia ke-21 Makin Matang Berorganisasi

Foto: Whyr
Halal bihalal dan milad ke-21 Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Kuningan berlangsung di Gedung GOW Kuningan, Minggu (19/04/2026).
KUNINGAN, KejakimpolNews.com - Halal bihalal dan milad ke-21 Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Kuningan mengusung tema “21 Tahun Salimah Kuningan Bersama Umat Mengokohkan Harmoni Keluarga.”, berlangsung di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW), jalan RE Martadinata Kuningan, Minggu (19/04/2026).
Wakil Bupati Kuningan Tuti saat menghadiri menegaskan, momentum halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Memasuki usia ke-21 Salimah merupakan fase kematangan organisasi yang telah terbukti memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan institusi keluarga.
Keluarga harmonis lanjut Tuti, tidak hanya diukur dari kebahagiaan lahiriah, tetapi keseimbangan antara iman, ilmu, dan kasih sayang. Dari keluarga yang kuat, akan lahir generasi yang tangguh dan berakhlak mulia.
“Peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam membentuk peradaban. Salimah telah menunjukkan konsistensinya dalam membina dan memberdayakan perempuan agar mampu menjalankan peran tersebut secara optimal,” imbuhnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, Wabup Tuti mengapresiasi seluruh jajaran PD Salimah atas dedikasi dan kontribusinya selama ini. Ia berharap di usia ke-21, Salimah semakin solid, inovatif, serta mampu memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap Salimah terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang agamis dan berbudaya. Mari kita perkuat sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan Kuningan yang harmonis dan cinta damai,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kuningan, Hj. Ela Helayati disela acara menyampaikan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan. Salimah sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak dalam dakwah, melainkan pendidikan dan pemberdayaan perempuan yang langsung menyentuh kehidupan keluarga.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang tangguh,” ujarnya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman