Hari Jadi ke-528 Kuningan "Melesat Ngudag Zaman, Ngakar Kuat Purwadaksi"

Sekda Kuningan U Kusmana
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Menjelang Hari Jadi ke-528 Kuningan, (1 September 1498 - 1 September 2026) Pemerintah Daerah siap menggelar seabreg agenda yang dikemas dengan semangat baru melalui beragam kegiatan kreatif, segar dan out of the box.
Sekda Kuningan, U. Kusmana, yang ditunjuk langsung Bupati Kuningan selaku Ketua Panitia menuturkan, sejalan keinginan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, rangkaian hari jadi tahun ini harus lebih berkesan dibanding tahun sebelumnya, menyentuh langsung masyarakat, lebih meriah, mendidik dan menghibur.
“Tahun ini kita ingin Hari Jadi Kuningan tidak monoton,” ujar Sekda, U. Kusmana, didampingi Kabag Prokompim, Setda, Ucu Sukmawati selaku Sekretaris Panitia Hari Jadi.
“Beberapa kegiatan kita kemas tidak seperti tahun sebelumnya, seperti Karnaval Budaya yang memiliki tema sejarah Kuningan dari masa ke masa, dimana para camat akan menampilkan tema sejarah dimaksud dengan keanekaragaman kostum sesuai zamannya dan dimeriahkan oleh peserta karnaval lainnya," tutir Sekda.
"Melalui karnaval budaya ini, antusiasme masyarakat lebih meningkat, rutenya dari Bunderan Cijoho ke arah taman kota” terang Sekda.
Sementara itu, pameran pembangunan yang digelar tiap tahun animonya semakin berkurang, maka akan digantikan oleh Ciremai Coffee Culture “Melesat Bersama Aroma Kopi” yang merupakan ajang unjuk gigi UMKM lokal mengangkat berbagai potensi kopi di seluruh wilayah Kuningan.
“Kita tahu potensi Kopi Kuningan itu besar, tahun 2025 produksi Kopi Kuningan mencapai 1.157 ton, terbesar kedua di Jawa Barat, untuk jenis robusta. Belum lagi varietas lain seperti arabika hingga liberika. Nah ajang ini akan menjual berbagai komoditas kopi dalam berbagai bentuk minuman dan makanan, ajang ini tentunya dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat," ujar Sekda.
Berbagai kegiatan lainnya yang menarik, seperti Seba Sapton dan Babarit dikemas dalam satu acara.
Seba Sapton yang biasanya terpisah dengan Babarit, diringkas dalam satu kemasan menarik, ketika prosesi pemberian Seba dari kademangan untuk Raja, akan di kembalikan kepada masyarakat dalam prosesi Babarit.
Sedangkan rute helaran dimulai dari taman kota menuju ke Pendopo. Biasanya dilakukan pagi hari, tahun ini kita laksanakan dari siang hingga sore hari. Helaran ini bertajuk “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi".
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
