Heboh Dugaan Penganiayaan Sekpri Wabup Sumedang di Rumdin, KDM Turun Tangan

Foto : Istimewa
Kang Dedi Mulyadi tangggapi kasus heboh dugaan penganiayaan Sekpri Wakil Bupati Sumedang melalui tayangan lifi TokTok
SUMEDANG, KejakimpolNews.com -- Heboh dugaan penganiayaan terhadap RY, sekretaris pribadi (sekpri) Wakil Bupati (Wabup) Sumedang, M. Fajar Aldila di rumah dinas (rumdin), 17 Agustus 2026 lalu oleh sejumlah orang, Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya turun tangan.
Hingga saat ini, kasus tersebut jadi sorotan dan masih viral di media sosial. Soalnya, YR ini, selain dikabarkan diduga dianiaya/dikeroyok di antaranya diduga oleh istri Wabup Sumedang, juga oleh seorang anggota DPR RI dan ajudan Wabup, bahkan ada dugaan berbau kekekeran seksual.
Berdasarkan video dan narasi yang viral di media sosial, Pemprov Jabar telah merespons isu yang heboh tersebut dengan membentuk tim investigasi untuk memastikan fakta sebenarnya terkait informasi yang beredar luas tersebut.
Gubernur Jabar, KDM mengatakan, tim investigasi akan melakukan pemeriksaan terhadap Wabup Sumedang. Langkah ini ditempuh agar persoalan bisa diungkap objektif dan tidak berkembang hanya berdasarkan opini maupun asumsi.
“Pemprov Jabar telah membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wabup Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” kata KDM.
KDM pun meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak buru-buru menyampaikan opini atau membangun narasi sebelum hasil investigasi disampaikan.
“Kepada semua pihak, mohon bersabar sebelum hasil investigasi kami sampaikan tidak dulu memberikan opini atau narasi,” kata KDM.
Membantah
Wabup Sumedang, M. Fajar Aldila sendiri baik melalui media sosial dan sejumlah media online terkait isu tersebut terang-terangan membantah isu tersebut.
Fajar mengatakan, selain kabar miring itu fitnah dan hoaks, ia pun dengan tegas mengatakan akan memburu pihak yang telah menyebarkan berita miring yang telah memfitnahnya.
Hingga saat ini, baik Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya dan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan ketika dikonfirmasi yang katanya YR, sekpri Wabup Sumedang diduga korban penganiayaan telah melapor ke polisi belum meresponnya.
Namun tersiar kabar, YS diduga korban penganiayaan yang telah melaporkan Wabup Sumedang,
AD, istri Wabup Sumedang, FN, anggota DPR RI Fraksi PAN, dan TG, anggota Polri (ajudan FN) telah mencabut laporanya.
Kronologis Kejadian
Seperti viral di media sosial dan heboh di sejumlah media online, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB setelah upacara kemerdekaan RI, YR selaku sekpri diperintah Wabup Sumedang untuk datang ke rumdin mengambil uang tunai untuk keperluan operasional wabup yang tersimpan di brangkas di dalam kamar rumdin.
YR yang sudah berada di rumdin dipanggil oleh ajudan untuk menghadap Wabup di kamarnya untuk mengambil uang tunai tersebut.
Setibanya di Wabup, YR hendak menghitung uang yang sudah diambil sebelumnya dari berangkas, tiba- tiba sang Wabup memeluk YR dari arah depan sambil bilang “mumpung tidak ada ibu”.
Namun YR langsung melepaskan pelukan tersebut kemudian wabup mencium pipi korban.
Sekitar pukul 13.00 WIB, YR pulang ke rumah korban dengan membawa uang tersebut.
Sekitar pukul 18.30 WIB, YR dihubungi oleh . AD, istri wabup melalui panggilan telepon WhatsAapp menyuruh segera datang ke rumdin Wabup.
Sekitar pukul 19.30 WIB YR tiba di rumdin dan bertemu dengan KI (ajudan AN) dan kemudian KI mengatakan kepada korban agar korban masuk ke dalam ruangan rapat di rumdin dimana sudah ada para terlapor.
Saat YR membuka pintu ruangan rapat, tiba-tiba YR langsung ditarik oleh para terlapor dan mendorong YR agar duduk di sofa yang berada di dalam ruangan.
Setelah YR duduk di sofa, para terlapor secara bergantian langsung memukul korban dengan menggunakan tangan kosong ke arah muka YR sambil mengintrogasi korban dengan menanyakan,
“Ada hubungan apa kamu dengan Fajar (wabup)?. Saya sudah lihat rekaman CCTV, apa mau saya sebarkan?, dan kamu sudah melakukan apa saja dengan Fajar?”.
“Saya tidak ada hubungan apa – apa dengan Fajar," jawab YR.
Para terlapor pun saat menanyakan tersebut terlapor secara bergantian kembali memukul YR dengan asbak, melamin warna hitam dan toples kaca warna krem ke arah kepala dan dahi YR. Bahkan FA mencekik leher YR dan lainnya menendang pinggang sebelah kiri korban.
Atas kejadian yang menimpanya, YR sekitar pukul 22.00 WIB diperbolehkan pulang. YR pulang sendiri dengan menggunakan kendaraan R4 miliknya setelah melepas ikatan tali ripet di jarinya.
Sampai di rumah YR menceritakan kejadian yang dialaminya kepada DR, ibunya dan MG, kakaknya. Sekitar pukul 23.00 WIB, MR mengantar korban ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang untuk dilakukan pengobatan atas luka yang dialami YR.
YR katanya telah melapor ke polisi disertai sejumlah barang bukti di antaranya, 1 lembar foto copy kwitansi berobat dan 2 lembar print out foto wajah YR dengan luka lecet serta lebam.**
Editor: Yayan Sofyan
