Kasus Yana Cadas Pangeran Tak Kalah Aheng dengan Cerita Wabup Sumedang, Ini Kata Nandang, Pengamat Publik

Ilustrasi
Ilustrasi dugaan pelecehan dan pengeroyokan Sekpri Wabup Sumedang.
SUMEDANG, KejakimpolNews.com -- Hingga saat ini, kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap YR, Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati Sumedang (Wabup), M. Fajar Aldila di rumah dinas (rumdin) masih menjadi sorotan, dan beritanya masih viral serta menghebohkan.
Bahkan, selain dugaan kasus pengeroyokan yang melibatkan sejumlah orang salah satunya, AD, istri Wabup, orang no 2 ini diduga pula telah melakukan pelecehan terhadap YR. Kejadian yang viral ini, terjadi 17 Agustus 2026 lalu.
Hebohnya kasus yang dialami YR, Sekpri Wabup Sumedang ini pun menyedot perhatian publik hingga Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) turun tangan ini, tak kalah hebohnya dengan kasus Yana Supriatna dengan "Oray Koneng Cadas Pangeran" November 2021 lalu.
Diketahui, saat itu, warga Sumedang khususnya, umumnya se Indonesia kena "prank" ulah Yana. Yana dinyatakan hilang misterius di Cadas Pangeran dan diduga korban kejahatan.
Ternyata, Yana yang dicari di kawasan Cadas Pangeran dengan melibatkan tim SAR dan anjing pelacak serta ada kabar mistis dibawa "Oray Koneng" ditemukan berada di rumah istrinya di Majalengka.
Kini setelah kasus ulah Yana, muncul kasus baru yang tak kalah heboh dan masih viral di media sosial yang menyeret nama orang nomor 2 di Kota Tahu ini.
Jadi Sorotan
Terkait kasus yang menyeret Wabub Sumedang dan istrinya, serta ajudannya, termasuk salah seorang angggota DPR RI yang diduga terlibat dalam kasus YR, sekpri Wabup, yang viral dan diberitakan sejumlah media online, Nandang Suherman, pengamat kebijakan publik di Sumedang angkat bicara.
Menurut Nandang, ia mengaku sangat prihatin kasus yang menyeret nama Wabup Sumedang tersebut saat ini heboh, tetap viral dan jadi sorotan publik.
"Meski sang Wabup Sumedang telah mengklarifikasi, sekaligus membantahnya, tidak bisa meredakan atau menyelesaikan hebohnya kasus ini dan tetap menjadi bola liar," kata Nandang, Minggu (30/8/2026).
Terlepas benar dan tidaknya kasus yang mengguncang Sumedang yang tak kalah hebohnya dengan kasus Yana Cadas Pangeran ini, kata Nandang, sebenarnya bisa diusut atau dituntaskan di tingkat Pemkab Sumedang.
"Harusnya Bupati Sumedang sejak awal turun tangan, ini 'kan sepaket dengan Wabubnya. Klarifikasi dan bantahan dari Wabup dinilai tak elegan dan justru banyak dipertanyakan serta kian gaduh," ungkap Nandang.
Ditanya terkait Gubernur Jabar, KDM) yang telah turun tangan dengan membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus Wabup Sumedang, Nandang mengatakan, ia bukan tak setuju dengan langkah KDM tersebut dan itu sah-sah saja.
"Kasus tersebut cukup diselesaikan saja di tingkat Pemkab Sumedang dengan turun tangannya bupati sejak awal," tandas Nandang.
"Jika KDM membentuk tim investigasi mangga, kita tunggu saja hasilnya. Yang pasti, kasus ini tetap jadi perbincangan hangat, jadi sorotan dan bola liar, terlepas benar dan tidaknya kasus tersebut," pungkas Nandang.**
Editor: Maman Suparman
