Oknum Anggota Ormas Aniaya Kiyai Sepuh di Cikatomas Hingga Pingsan Serahkan Diri ke Mapolres Tasikmalaya

Foto: Istimewa
Kiyai Abdul Yani saat dirawat di Puskesmas sete;ah dianiaya oknum anggota ormas.
TASIKMALAYA, KejakimpolNews.com - Seorang oknum anggora organisasi kemasyarakatan (ormas) berinisial S, aniaya seorang kiyai pemuka agama di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya hingga korban luka parah.
Buntutnya warga marah, massa umat Islam jumlahnya ratusan orang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Polsek Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/4/2026).
Massa menuntut pelakudugaan penganiayaan terhadap seorang kiai sepuh, Kiyai Abdul Yani, di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota salah satu ormas agar diusut tuntas dan pelakunya ditangkap.
Pelakunya saat itu memang kabur beberapa hari, akhirnya atasa desakan massa, S sang oknum anggota ormas ini secara kooperatif menyerahkan diri ke Mapolres Tasikmalaya pada Minggu (19/4/2026).
Insiden berlangsung Rabu (15/4) lalu di Desa Cayur, Cikatomas. Saat itu, korban Abdul Yani (70) tengah melintas di lokasi yang saat itu tengah berlangsung halal bihalal ormas yang seorang anggotanya adalah pelaku.
Entah apa pemicunya, kiyai sepuh iti tiba-tiba diadang sejumlah oknum anggota ormas, salahs eorang di antaranya S bahkan menganiaya sang tokoh agama yang sudah sepuh tersebut hingga pingsan.
Akibat kejadian itu, korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, kondisi kesehatan Abdul Yani kini dilaporkan sudah mulai membaik dan sedang dalam masa pemulihan.
Pihak Polres Tasikmalaya memastikan, setelah menerahkan dirinya pihaknya akan tetap memproses hukum terhadap pelaku dengan tegas dan profesional sesuai prosedur yang berlaku.
Demikian dinyatakan Plt Kasat Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana, ia menegaskan komitmen institusinya dalam menuntaskan perkara yang menimpa kiai Abdul Yani tersebut.
“Kasus dugaan penganiayaan di Cikatomas ini kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami pastikan prosesnya berjalan transparan,” ujar Kasat Reskrim di Tasikmalaya, Senin (20/4).
Kedatangan pelaku ke kantor polisi merupakan buah dari langkah persuasif dan penggalangan yang dilakukan oleh tim penyidik di lapangan.
Setelah sempat dicari petugas pasca-kejadian, pelaku akhirnya memilih untuk bersikap kooperatif dengan mendatangi Mapolres Tasikmalaya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku yang didampingi oleh kuasa hukumnya. Polisi terus menggali motif utama di balik aksi kekerasan tersebut.
“Motifnya masih kami dalami secara intensif. Kami meminta semua pihak untuk bersabar dan memberikan kepercayaan penuh kepada pihak kepolisian dalam menangani kasus ini,” tambah Kasat Reskrim
Menyikapi situasi yang sempat memanas di tengah masyarakat, Polres Tasikmalaya mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar di media sosial.
“Masyarakat diharapkan tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Jangan mengambil langkah sendiri atau terhasut oleh kabar yang belum jelas kebenarannya. Serahkan sepenuhnya penanganan ini kepada hukum,” pungkas Kasat Reskrim.**
Editor: Sonni Hadi