Revolusi ke-3 Atau Reformasi Jilid 2

Foto : Istimewa
Unjuk rasa mahasiswa tuntut perubahan di Jakarta Jumat 12 Junui 2026.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
SUHU politik Indonesia khususnya Jakarta mulai memanas. Mesin diesel yang pernah saya gambarkan lambat panasnya kini sudah dihidupkan. People power yang dirilis beberapa elemen masyarakat mulai menggeliat.
Buktinya hingga Senin (15/6/2026) tadi, unjuk rasa kelompoik mahasiswa sudah menggeliat di sjeumlah kota di Indonesua, Massa mahasiswa Jakarta yang tadinya akan mengepung istana, terpaksa tak sampai karena dikepung pasukan coklat dan hijau alias TNI dan Polri. Bahkan untuk berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia juga diadang.
Ada Lima tuntutan yang disuguhkan kepada Pemerintah Prsbowo Subianto oloeh massa mahasyswa dana unjuk rasanya. Yakni:
- Jangan boros anggaran
- Turunkan harga bahan kebutuhan pokok
- Hapus MBG dan Koperasi Merah Putih
- Jangan terjebak militerisme
- Tinjau ulang Dwi Fungsi TNI/ POLRI
Belakangan memang suara suara ketidak puasan publik atas kinerja presiden Prabowo mulai banyak terdengar.. Syaiful Muzani bahkan mengajak bergerak menurunkan presiden Prabowo. Yang harus terjadi adalah gerakan Itu harus membesar dan kuat.
Soal pemborosan anggaran meski sudah dihemat-hemat tetap besar, apalagi digerogoti tikus berdasi. Tercatat, masih sekitar Rp3 ribu triliuni anggaran dikorupsi elite-elite pemerintahan.
Diluar dugaan program MBG yang digelontorkan selain menimbulkan masalah keracunan juga ternyata menjadi lahan empuk para pejabatnya. Jumlah yang mungkin akan jadi tersangka sangat mingkin masih banyak.
Sony Sonjaya mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional kini mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Karena itu wajar jika ada tuntutan hentikan saja Itu MBG sebelum jumlah koruptor makin banyak dan uamng rakyat makin besar bocornya.
Mengagetkan sekali ketika terungkap Kepala MBG Dadan Hindayana menerima setoran dari segenap penjuru negeri sebesar Rp1 milyar sehari.
"Ya Allah... Gusti... nemen-nemen amat sih?!" Begitu kata orang Asgar (asal Garut) seperti kebakaran jenggot. Keterlaluan memang si Dadan. Orang Tasikmalaya selatan ikut nepsong, katanya kalau orang Sunda korupsi urang jejek ku sararea.
Soal Koperasi Merah Putih yang akan didirikan di 80 ribu desa. banyak dari kita yang trauma dengan nasib koperasi desa Itu. Didorong dorong juga bagai oplet butut, mogok lagi mogok lagi. Keluar bengkel, sebulan masuk lagi
Soal kekhawatiran kita terjebak dalam militerisme memang kita punya pengalaman buruk dengan merebaknya dwifungsi ala Suharto. Dwifungsi itu menyebabkan orang sipil tidak kebagian lahan.
Semua jabatan diseruduk tentara dan polisi.Dulu zaman Orde Baru Sampai sampai ada pemeo, Kalau mau jadi bupati atau gubernur susu menteri, masuklah Akabri.
Gerakan mahasiswa telah dimulai. Mau aksi revolusi ke-3 atau aksi reformasi jilid ke-2, yang penting semua harus ditata dengan rapi. Jangan kaya keledai masuk kembali kedalam lobang yang sama.
Gitu lagi gitu lagi. Nanti rakyat jadi marmot percobaan. Jangan sampailah. Kasihan anak cucu.**