Puluhan Terduga Berandalan Motor Kuasai Jalan Soekarno Hatta Bandung Meresahkan Pengguna Jalan

Foto : Istimewa
Puluhan anggota geng motor kuasi jalur cepat Jalan Soekarno Hatta Bandung
BANDUNG, KejakimpolNews.com - Aksi puluhan terduga anggota berandalan motor atau geng motor di Bandung bikin miris dan resah para pengguna jalan yang melihat dan melintas.
Mereka beraksi dengan membawa sepeda motor secara berkelompok dan menguasai Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung di jalur cepat. Bahkan di antara mereka, selain diduga ada yang membawa senjata tajam (sajam), juga motor yang ditumpangina tanpa pelat nopol.
Aksi mereka dengan knalpot brongnya viral di media sosial, Rabu (10/6/2026). Mereka beraksi di Jalan Soekarno Hatta, depan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Jabar, kawasan Gedebage Bandung, Minggu (7/6/2026) malam.
Dalam narasinya di video tersebut, aksi ini membuat pengguna jalan miris. Pasalnya, mereka selain benar-benar kuasi jalan, di antara mereka dilengkapi sajam dan motornya tanpa pelat nopol.
Sebelumnya, Pemkot Bandung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penindakan kejahatan jalanan, khususnya aksi begal dan tindak kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor: Sinergitas Penanganan dan Penindakan Kejahatan Jalanan (Begal) di Wilayah Kota Bandung di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Senin (8/6/2026).
Wali Kota Bandung, Farhan menegaskan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus meningkatkan koordinasi guna menjaga situasi Kota Bandung tetap aman dan kondusif.
Namun demikian, seluruh unsur Forkopimda akan memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan kepolisian.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung bersama kepolisian dan TNI berkomitmen memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat.
"Patroli sebenarnya sudah berjalan. Yang ingin kami pastikan adalah masyarakat mengetahui bahwa Pemerintah Kota Bandung bersama Forkopimda, baik kepolisian maupun TNI, termasuk dukungan dari Denpom dan Brimob, terus berkolaborasi menjaga keamanan Kota Bandung," ungkap Farhan.
Farhan menyebutkan, penguatan pengamanan juga melibatkan unsur kewilayahan melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan koordinasi Satpol PP di tingkat kecamatan yang selama ini aktif bekerja sama dengan Polsek dan Koramil.
"Dari sisi kewilayahan, kita terus mengembangkan siskamling. Koordinator Satpol PP di setiap kecamatan juga aktif berkolaborasi dengan Polsek dan Koramil. Jadi pengamanan dilakukan secara berlapis mulai dari lingkungan masyarakat hingga tingkat kota," jelasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan, sebanyak sekitar 200 hingga 250 personel akan terus disiagakan untuk menjaga keamanan Kota Bandung setiap harinya.
Jumlah tersebut akan ditingkatkan pada malam akhir pekan maupun pada momen-momen tertentu yang berpotensi menimbulkan kerawanan.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada kawasan perbatasan Kota Bandung melalui koordinasi dengan jajaran Polda dan wilayah sekitar guna memperkuat pengawasan serta patroli terpadu.
Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi menjelaskan, rapat tersebut lebih menitikberatkan pada langkah preventif guna mengantisipasi potensi meningkatnya kejahatan jalanan.
Ia menjelaskan, kondisi keamanan Kota Bandung saat ini masih terkendali dan belum berada pada tingkat yang meresahkan.**
Editor: Yayan Sofyan