Kecaman untuk TH Penyekap Yuvita 3 Tahun Hingga Cedera Viral di Medsos, Ada Sayembara Hadiah Motor dan KDM Bersuara

Foto : Istimewa
Taufik Hidayat alias TH masih buron, sementara Yuvita masih dirawat di RSHS dengan luka mengenaskan.
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Taufik Hidayat atau TH (32) terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) asal Rancaekek, Kabupaten Bandung hingga Senin (22/6/2026) masih buron.
Sementara Vita, sapaan Yuvita yang terakhir sebelum ditemukan penuh luka di sekujur tubuhnya kos di Kampung Cijambe RT 01 RW 07, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi ini, masih dalam perawatan intensif di RSHS Bandung.
Kasus dinilai sadis ini kini viral di media sosial dan jadi perhatian netizen, bahkan KemenHAM dan Polda Jabar saat ini masih terus mengejar TH dan memprioritaskan pemulihan kondisi Vita yang mengalami luka berat di sekujur tubuhnya diduga dilakukan oleh kekasihnya, TH.
Bahkan hingga Senin ini berbagai akun di media sasial bermunculan dengan wajah tanpa filter dari sosok Taufik Hidayat alias TH. Isinya. Tantangan datang dari akun faceBook (FB) Abenk Marco, dalam unggahannya ia meminta siapapun yang bertemu dengan TH agar dipertemukan dengannya dengan hadiah sepeda motor.
Masih di FV, ada juga yang mengajak duel langsung dengan TH saking gemasnya atas kekejaman TH terhadap Yuvita, termasuk juga yang mengecam keras atas kelakukan dan perilaku TH yang menyebabkan Yuvita cacat.
Juga di FBV, Komunitas InDricer Bandung (KIB) geram dengan kelakuan TH: "Kudu diviralkeun lalaki model kitu mah euy, mun aya nu mangihan siksa heula tuman..." tulisnya.
Tak kurang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM juga mengecam dan berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya .
Ini kata polisi
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan kondisi korban terus menunjukkan perkembangan positif. Infeksi akibat luka terbuka maupun trauma yang dialaminya mulai berangsur membaik.
"Beberapa hari ini kami terus mengikuti perkembangan kesehatannya. Kondisi korban semakin membaik, baik dari infeksi, luka terbuka, maupun trauma yang dialaminya,” ujar Hendra di Kapolda Jabar, Senin (22/6/2026).
Polisi mengaku masih minim informasi terkait kasus tersebut karena hingga kini korban belum dapat dimintai keterangan secara mendalam. Padahal, korban merupakan saksi utama dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Kami masih mengutamakan pemulihan fisik dan mental korban. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk menggali informasi dari yang bersangkutan. Korban adalah saksi utama atau saksi mahkota dalam perkara ini,” katanya.
Menurut Hendra, penyidik tidak akan membawa korban ke kantor polisi untuk pemeriksaan. Sebaliknya, penyidik akan mendatangi korban di rumah sakit guna menghindari gangguan terhadap proses pemulihannya.
Polda Jabar juga telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta Bidang Humas untuk mempercepat penangkapan pelaku.
"Kami terus menggali berbagai informasi mengenai lokasi-lokasi yang berkaitan dengan pelaku, termasuk dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sejumlah informasi sudah kami dapatkan dan sedang kami dalami,” ujarnya.
Polisi pun mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan TH agar berani memberikan informasi kepada aparat. Menurut Hendra, masih ada rasa takut dari sejumlah pihak terhadap pelaku karena kasus yang dilakukan tergolong kejam dan diduga pelaku kerap melakukan ancaman.
"Kami berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi sehingga pelaku segera ditangkap,” pungkasnya.
Terkuak di kos Cinunuk
Kasus Vita asal Rancaekek yang disekap dan dianiaya selama 3 tahun oleh TH ini mencuat setelah Reza (50), pengawas kosan di Kampung Cijambe RT 01 RW 07, Desa Cinunuk membawa Vita ke RSHS dengan kondisi mengenaskan.
Reza salah satu saksi yang membawa Vita ke RSHS Bandung atas permintaan TH sendiri dengan ambulans. Setelah membawa Vita ke IGD RSHS, ternyata kata Reza, TH yang mengikuti memakai sepeda motor malah menghilang tak tentu rimbanya.
"Ya, saya sendiri yang membawa Vita ke RSHS Bandung dengan mobil grab. Sementara TH, kekasihnya ke RSHS pake motor," kata Reza ketika ditemui di tempat kos vita.
Menurut Reza, ia membawa Reza atas suruhan TH, yang saat itu mengaku sebagai suaminya yang katanya harus dibawa ke RSHS Bandung katanya sakit.
"Beberapa hari lalu sekitar pukul 18.30 Vita yang katanya sedang sakit memang kondisinya parah. Selain tak bisa diajak bicara mukanya ditutup pamper," ungkap Reza.
Setelah di RSHS, kata Reza, ternyata di sekujur tubuh Vita penuh luka. Selain di mata, mulut dan kepala, di kakinya pun ada bekas sabetan senjata tajam. "Saat itu TH kabur dari RSHS dan ada chat ke keluarga nya jika Vita ada di RSHS," tutur Reza.
Reza tak bisa mengambil kesimpulan apakah Vita dianiaya dan disekap di kosan disini atau kos tempat lain. Yang pasti sambung Reza, Vita dibawa TH ke kosan di Cinunuk sudah hampir 4 bulan.
"TH yang katanya warga Nagreg kerap berpindah kosan. Ketika kos di Cinunuk, Vita katanya istrinya. Namun ketika diminta surat kawin tak pernah memperlihatkan," tutur Reza.
Reza menambahkan, saat kos di Cinunuk, TH dan Vita yang kos di kamar no 3 lantai 1 dari 28 kamar tak mendengar teriakan atau jeritan dari kamar tersebut.
"Meski tak pernah terdengar teriakan dan jeritan, tapi dari dalam kamar kosan kerap terdengar ada suara benturan di tembok," katanya.
Dengan kasus ini, Reza yang telah diperiksa penyidik Polda berharap polisi segera mengungkapnya, sekaligus menangkap TH agar terang benderang dan kasihan sama Vita.
"Jujur, TH itu tergolong temperamental dan kerap bawa golok. Bahkan saya sendiri dan pedagang martabak pernah diancam TH," pungkas Reza.**
Editor: Yayan Sofyan