Disekap dan Dianiaya Selama Tiga Tahun Wajah Cantik Yuvita Jadi Rusak, Ini Harapan Ayahnya untuk Pelaku

Foto : Istimewa
TH kini masih diburu polisi (kiri), wajah Yuvita dari cantik kini rusak berat (kanan).
RANCAEKEK, KejakimpolNews.com -- Kasus penyekapan dan penganiayaan berat selama tiga tahun terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) asal Rancaekek, Kabupaten Bandung hingga cacat dan cedera berat oleh Taufik Hidayat alias TH (32), namun hingga saat ini TH kabur dan masih diburu polisi.
Kondisi Vita, sapaan akrab Yuvita, yang tadinya cantik kini mengalami rusak berat dengan luka di sekujur tubuhnya. Ia masih dalam perawatan intensif di RSHS Bandung, Minggu (21/6/2026).
Atas kasus ini. Kakanwil Kemen-HAM Jabar, Hasbullah Fudai dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar turun tangan.
Mereka mendatangi Vita di RSHS Bandung dimana Vita dirawat. Saat mereka melayat Vita kebetulan sedang dijaga oleh Ririn (62), ayahnya.
Kondisi Vita memang sangat tragis. Selain kedua matanya luka, mata kanan infeksi, mulut sobek, 2 gigi atas dan 1 gigi bawah copot, dan badan penuh bekas sundutan rokok, juga kaki kanannya ada luka bekas luka goresan senjata tajam.
Baik Kakanwil KemenHAM dan DP3AKB Jabar ataupun Ririn, ayah Vita berharap, TH, terduga pelakunya penyekapan dan penganiayaan berat ini segera ditangkap.
Ternyata pula semua dokumen kependudukan Vita juga dibawa TH sehingga pembiayaan pengobatan perawatan dan tidak bisa dengan BPJS. Unit DP3KB akan memperjuangkan untuk ditanggung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Saya berharap Vita anak saya bisa sembuh. Terima kasih juga atas dukungan dan perawatan kepada semua pihak serta pelakunya segera tertangkap," tutur Ririn.
Terkait nasib yang menimpa Vita, Kanwil KemenHAM dan DP3AKB Jabar serta LPSK pusat akan berkolaborasi untuk mencari jalan terbaik menuntaskan perawatan Vita sebagai pemenuhan dan perlindungan HAM bagi warga negara.
TH masih diburu
Hingga saat ini, Polda Jabar terus memburu TH (32) terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap Yuvita Tri Rezeki (29), ia terakhir ditemukan di kamar kos Kampung Cijambe RT 01 RW 07, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi ini dalam keafaan penuh luka di RSHS Bandung.
Selama tiga tahun, TH, asal Ciaro, Nagreg, Kabupaten Bandung ini oleh TH dibawa berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengejaran dan penangkapan polisi. Kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan TH harap melapor ke kepolisian terdekat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, jajaran kepolisian telah bekerja secara intensif selama beberapa hari terakhir untuk melacak keberadaan pelaku.
“Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari TH. Tersangka yang memang dari beberapa hasil mapping kami ini berpindah-pindah,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, aparat sempat mendapatkan informasi terkait keberadaan TH di sejumlah lokasi. Namun, setiap kali akan dilakukan penangkapan, TH berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba.
“Kita sudah beberapa kali mendapatkan informasi keberadaan TH, namun saat dilakukan upaya penangkapan, yang bersangkutan sudah berpindah tempat,” katanya.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar pun terus mendalami keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik kasus tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penangkapan pelaku.
Polda Jabar menegaskan tidak akan menghentikan pengejaran dan meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan TH untuk segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat.
“Kami terus melakukan pencarian dan pengejaran terhadap tersangka. Mohon dukungan masyarakat apabila mengetahui informasi terkait keberadaan yang bersangkutan agar segera disampaikan kepada kepolisian,” ujar Hendra.
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat lamanya korban diduga mengalami kekerasan serta dampak yang ditimbulkan terhadap kondisi fisik dan psikis korban. Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan secara tuntas setelah pelaku berhasil diamankan.
Reza saksi kunci
Yuvita sendirini ditemukan dengan kondisi mengenaskan penuh luka di tempat kos dan dilarikan ke RSHS Bandung, dari tempat kos di Kampung Cijambe RT 01 RW 07, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi oleh saksi Reza (50), penjaga kosan tersebut. Bahkan Reza yang membawa Vita ke RSHS dengan kondisi mengenaskan.
"Ya, saya sendiri yang membawa Vita ke RSHS Bandung dengan mobil grab. Sementara TH, kekasihnya ke RSHS pake motor," kata Reza ketika ditemui di tempat kos vita, Kamis (18/6/2026).
Menurut Reza, ia membawa Reza atas suruhan TH, kekasihnya yang katanya harus dibawa ke RSHS Bandung karena sakit.
"Beberapa hari lalu sekitar pukul 18.30 Vita yang katanya sedang sakit memang kondisinya parah. Selain tak bisa diajak bicara mukanya ditutup pamper," ungkap Reza.
Di RSHS, kata Reza, ternyata di sekujur tubuh Vita penuh luka. Selain di mata, mulut dan kepala, di kakinya pun ada bekas luka bekas senjata tajam," tutur Reza. Sementara TH kabur.
Reza tak bisa mengambil kesimpulan, apakah Vita dianiaya dan disekap di kosan di Cijambe Cinunuk atau kos di tempat lain. Yang pasti sambung Reza, Vita dibawa TH ke kosan di Cinunuk sudah hampir 4 bulan.
Menurut Reza, TH dan Vita menempat kamar no 3 lantai 1 dari 28 kamar. Reza tak mendengar suara mencurigakan apakah itu teriakan atau jeritan dari kamar tersebut. Hanya yang ia dengar seperti ada suiara benturan di tembok.
Reza mengaku telah diperiksa penyidik Polda dan berharap polisi segera mengungkapnya, sekaligus menangkap TH agar terang benderang dan kasihan sama Vita.
"TH itu di mata saya tergolong temperamental dan kerap bawa golok. Bahkan saya sendiri dan pedagang martabak pernah diancam TH," pungkas Reza.**
Editor: Yayan Sofyan