Pria Paruh Baya Ngaku Kontraktor Tipu Belasan Wanita Diciduk Polres Garut, Modusnya Akan menikahi dan Bangunkan Rumah

Foto: Tribrata Polda Jabar.
Rumah Mimin korban penipuan tersangka NS sudah dirobohkan katanya akan dibangun kembali ternyata hanyalah penipuan.
GARUT, KejakimpolNews.com -- Tamat sudah petualangan berinisial NS (46), pria paruh baya asal Ciamis ini mengaku kontraktor kelabui belasan perempuan di Garut. modusnya akan menikahi dan membangunkan rumah. Ternyata semua palsu, hingga jajaran Kepolisian Resor (Polres) Garut bergerak cepat mengamankannya.
Aksi nekat NS menipu secara berantai terhadap belasan perempuan itu modusnya berpura-pura hendak menikahi korban dan mengiming-imingi pembangunan rumah baru. Bahkan pelaku meyakinkan korbannya agar rela merobohkan bangunan rumah tinggal mereka untuk kemuidian dibangun kembali.
Aksi tipu-tipu pelaku akhirnya terhenti setelah jajaran Polsek Banjarwangi bersama Satreskrim Polres Garut meringkusnya usai menerima laporan dari korban terakhirnya, Mimin (46), warga Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.
Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan, menjelaskan, kejadian bermula dari perkenalan pelaku dengan korban melalui media sosial Facebook. Guna memuluskan aksinya, pelaku kemudian mendatangi rumah keluarga korban dengan dalih ingin meminang Mimin yang berstatus janda.
“Setelah menjalin komunikasi melalui media sosial, pekan lalu terduga pelaku datang menemui keluarga korban di Banjarwangi dengan maksud hendak meminang korban,” ungkap Kapolsek, Selasa (21/7/2026) seperti dilansir dari Tribrata Polda Jabar.
Untuk meyakinkan pihak keluarga, NS mengaku berprofesi sebagai arsitek sekaligus kontraktor proyek terkemuka. Ia menjanjikan akan membangunkan rumah baru yang lebih megah untuk Mimin.
Siasat licik pelaku makin meyakinkan keluarga korban setelah ia menggaet kerabat korban untuk memesan bahan bangunan di toko material dengan total transaksi mencapai Rp113 juta.
Namun, kebohongan pelaku terkuak saat rumah lama korban sudah terlanjur dirobohkan untuk persiapan renovasi. Ketika pihak keluarga hendak mengambil material di toko bangunan, pemilik toko mengonfirmasi bahwa seluruh pesanan tersebut belum dibayarkan sama sekali oleh pelaku.
“Karena curiga, keluarga korban kemudian melaporkan dugaan penipuan ini kepada kami. Personel Unit Reskrim kami kemudian datang ke lokasi dan mengamankan terduga pelaku,” jelas Kapolsek
Setelah ditangkap oleh Polsek Banjarwangi, kasus ini dilimpahkan ke Satreskrim Polres Garut guna pengembangan lebih lanjut. Dari hasil interogasi mendalam yang dilakukan penyidik, terkuak fakta mengejutkan bahwa aksi NS bukanlah kali pertamai.
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, mengungkapkan bahwa pelaku telah berulang kali melancarkan aksi penipuan serupa di berbagai lokasi.
“Menurut keterangan tersangka, ia telah melakukan aksi penipuan sebanyak 17 kali dengan modus yang hampir serupa,” ujar Kasi Humas
Pihak kepolisian juga membongkar identitas asli tersangka. Pengakuan sebagai arsitek maupun kontraktor hanyalah bagian dari skenario bohong pelaku, yang mana profesi aslinya merupakan seorang petugas kebersihan.
Dari hasil penyelidikan sementara, motif utama pelaku diduga kuat hanya ingin menumpang hidup dan mendapatkan fasilitas makan gratis di rumah para korbannya.
Saat ini, Polres Garut terus mendalami kasus tersebut untuk menginventarisasi kemungkinan adanya korban lain serta memastikan proses hukum terhadap tersangka berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.**
Editor: Sonni Hadi
