Polda Jabar Imbau Masyarakat Jaga Kamtimbas dan Tolak Kekerasan di Ruang Publik

Foto : Istimewa
Mobil Dalmas yang dibom molotov di Dago Cikapayang saat demo massa 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran
BANDUNG, KejakimpolNews.com – Polda Jabar mengimbau seluruh masyarakat Jabar untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di ruang publik.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden kericuhan yang melibatkan penyerangan terhadap aparat penegak hukum oleh sekelompok massa beberapa hari lalu.
Polda Jabar menilai ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat untuk beraktivitas. Fasilitas publik merupakan ruang bersama yang harus dijaga agar tidak berubah menjadi tempat terjadinya aksi kekerasan maupun tindakan anarkis yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Dalam kejadian itu, beberapa anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka.
Menurut Hendra, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib dan tetap menghormati aturan hukum serta hak masyarakat lainnya.
“Polda Jabar mengajak masyarakat luas untuk menyalurkan aspirasi secara bermartabat tanpa harus mencederai aturan hukum yang berlaku. Perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan berdemokrasi, di mana kita tidak harus selalu sepakat dalam menyikapi suatu persoalan, tetapi kita semua punya tanggung jawab untuk tidak membahayakan orang lain. Setiap individu diingatkan agar senantiasa menghormati hak-hak pengguna jalan lainnya demi keselamatan bersama,” ujar Hendra, Sabtu (24/10/2026).
Hendra menegaskan, jajaran Polda Jabar akan mengambil langkah tegas terhadap setiap tindakan yang melanggar hukum. Meski demikian, penanganan potensi gangguan keamanan tetap dilakukan secara profesional dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Polda Jabar juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan mampu menahan diri ketika menghadapi perbedaan pendapat maupun situasi yang berpotensi menimbulkan gesekan.
Kamanan dan ketertiban di ruang publik, kata Hendra, tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Dibutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta nyaman bagi semua.
Karena itu, masyarakat diharapkan tetap bersikap kritis dalam menyampaikan aspirasi, namun tidak menggunakan kekerasan sebagai sarana untuk menyelesaikan perbedaan.
Polda Jabar mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk bersama-sama menolak segala bentuk kekerasan dan menjaga ruang publik sebagai tempat yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan sikap saling menghormati dan mengedepankan dialog, situasi kamtibmas di wilayah Jawa Barat diharapkan tetap aman dan kondusif.**
Editor: Yayan Sofyan