Catatan Perjalanan Umrah
Megahnya Menara Jam Makkah, Ini Fakta Menarik di Balik Ikon Modern Tanah Suci

Yayan Sofyan
Megahnya Menara Jam Makkah di tanah suci atau "Makkah Royal Clock Tower"
Laporan YAYAN SOFYAN
MENGIKUTI perjalanan ibadah bersama 45 jemaah umrah yang diberangkatkan agen Travel PT Madinah Iman Wisata (MIW) Bandung dengan program “Umrah Plus Thaif dan Badar 9H” ternyata banyak kenangan religi dan pemandangan terekam jadi catatan manarik.
Perjalanan umrah sejak Kamis (2/7/2026), hingga Sabtu (11/7/2026) di Madinah dan Makkah di bawah bimbingan Ustaz Dede S Hidayat dan Ustaz Muhammad Amin Zaini (Mutowif), selain melihat kemegahan Masjid Nabawi Madinah dan Masjidil Haram di Kota Makkah, ada satu kemegahan yang tak bisa dilupakan.
Pemandangan tersebut tak lain Makkah Royal Clock Tower atau yang akrab disebut Menara Jam Makkah yang berdiri menjulang tinggi, keren dan megah.
Bagi jutaan jamaah haji dan umrah, Makkah Royal Clock Tower alias Menara Jam Makkah adalah pemandangan pertama yang menyambut mereka saat memasuki area Masjidil Haram. Berdiri kokoh tepat di depan Ka'bah sebagai bagian dari kompleks megah Abraj Al-Bait, menara ini telah menjadi ikon modern Tanah Suci yang sangat ikonik.
Namun, menara ini bukan sekadar bangunan tinggi biasa atau penunjuk waktu bagi jamaah yang sedang thawaf. Di balik arsitekturnya yang megah, terdapat berbagai fakta mencengangkan yang menjadikannya salah satu mahakarya teknik terbesar di dunia abad ini.
Banyak orang yang menyamakan Menara Jam Makkah dengan Big Ben di London. Padahal dari segi ukuran, Big Ben terlihat sangat kecil jika disandingkan dengan menara ini. Menara Jam Makkah memegang rekor sebagai jam dinding menara terbesar di dunia.
Bahkan jam menara Makkah ini terlihat sangat jelas saat saya menginap di "Al Shohada Hotel", hotel di kawasan Ajyad Musofi, sekitar 250 meter ke Masjidil Haram.
Berdasarkan sejumlah sumber yang dihimpun, menara jam Makkahnya, berdiameter jamnya mencapai 43 meter di keempat sisinya, dimana jarum menitnya saja memiliki panjang 22 meter.
Saking besarnya, penunjuk waktu di menara ini dapat terlihat dengan jelas oleh penduduk Makkah dari jarak hingga 8 kilometer pada siang hari, dan sejauh 12 kilometer pada malam hari. Secara keseluruhan, tinggi menara ini mencapai 601 meter, menjadikannya salah satu struktur bangunan tertinggi di dunia.
Ketika malam hari tiba, Menara Jam Makkah akan berubah menjadi pemandangan yang sangat magis. Menara ini dilengkapi dengan lebih dari 2 juta lampu LED yang memancarkan cahaya hijau dan putih yang kontras.
21.000 lampu kilat
Menariknya, pencahayaan ini juga berfungsi sebagai media komunikasi ibadah. Setiap kali waktu shalat lima waktu tiba, menara ini akan menyalakan 21.000 lampu kilat (strobe light) yang berkedip untuk memberikan sinyal visual kepada jamaah yang berada jauh dari Masjidil Haram.
Selain itu, pada momen-momen hari besar Islam, puncak menara akan menembakkan 16 berkas sinar laser vertikal ke langit yang mampu menjangkau ketinggian hingga 10 kilometer.
Kemegahan modern menara ini tetap dibalut dengan nilai-nilai spiritual Islam yang sangat kental. Tepat di atas struktur jam raksasa tersebut, terdapat tulisan kaligrafi Arab yang sangat besar.
Pada bagian atas jam, tertulis lafadz "Allah" di sisi utara dan selatan, sementara di sisi barat dan timur dihiasi dengan kutipan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Di bagian paling puncak menara, terdapat struktur bulan sabit emas raksasa seberat puluhan ton yang di dalamnya ternyata difungsikan sebagai ruang observasi bulan (hilal) dan tempat ibadah khusus.
Meskipun fungsi utamanya dikenal sebagai hotel mewah dan pusat perbelanjaan untuk melayani jamaah umrah, bagian atas menara ini sebenarnya menyimpan fasilitas sains yang sangat canggih.
Di bawah struktur jam, terdapat Museum Jam Makkah (The Clock Tower Museum) yang menempati empat lantai teratas. Museum ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan pusat pembelajaran astronomi yang menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja, metode pembuatan kalender kosmik, serta sejarah penentuan waktu dalam peradaban Islam.
Menara ini juga menjadi salah satu titik observasi hilal paling modern di Arab Saudi untuk menentukan awal bulan Hijriah seperti Ramadan dan Idulfitri.
Keberadaan Makkah Clock Tower membuktikan bahwa peradaban Islam hari ini mampu menyatukan warisan spiritualitas masa lalu dengan kemajuan teknologi modern yang paling mutakhir.**
