Kontroversi Plato dengan Aristoteles

Dedi Asikin
Dedi Asikin
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
ADA perbedaan atau versi tentang Plato dan Aristoteles.
Waktu sedang menyiapkan buku "Bingkai-Bingkai ASN" (tahun 2015), saya mendapat informasi dari telusur Google bahwa Aristoteles (384-322 SM) adalah filsuf Yunani Kuno terkemuka muridnya Plato dan Alexander Agung. Tapi entah bagiamana ada orang yang menyebut bahwa Plato adalah Aristoteles
Disebut Plato katanya karena kebetulan dada sang fisuf terkenal itu lebar alias bidang. Dalam budaya Yunani kuno orang yang dadanya lebar itu biasa dipanggil Plato. Filsuf yang menjadi kiblat filsafat Barat itu adalah putra dari keturunan raja Kordus bernama Ariston dengan ibu Peredarica dari Athena.
Kebetulan pula karya Plato lebih moncer dan menjadi kiblatnya filsafat Barat. Belakangan saya mendapat klarifikasi dari AI (Artificial intelligence) bahwa kedua filsuf dari Yunani kuno itu berbeda orang dan usia. Plato lahir di Athena tahun 329 sebelum Masehi sementara Aristoteles lahir di kota yang sama sekitar 20 tahun kemudian.
Aristotels menganggap Plato sebagai guru dan pernah sekolah di akademi Athena yang didirikan Plato.
Soal versus atau perbedaan infomasi dalam sejarah itu bagi saya adalah hal biasa. Tidak aneh suraneh. Sejarah itu 'kan ilmu tentang katanya. Kata orang, kata Sohibul hikayat. Jarang sejarawan yang menjadi pelaku sejarah.
Mirip seperti kerjanya seorang wartawan. Berita yang dibikin wartawan itu 'kan kebanyakan tentang kata orang. Nah jika sekali waktu sumber berita itu salah atau versial, maka berita itupun layak membuat orang menjadi bingung, versi mana yang benar. Nah kebingungan itu pula yang kini saya alami versi mana yang benar tentang Plato dan Aristoteles itu.
Mau cari konfirmasi kemana lagi semua orang sudah di alam baqa sana, apalagi tentang versi Plato dan Aristoteles adalah peristiwa 2.300 tahun lalu kok
Ampun dah , seraya memohon maaf kepada khalayak yang memiliki atau menyimpan buku saya yang berjudul Bingkai ASN.**
