Selat Hormuz Ditutup Distribusi BBM Jadi Melingkar

Foto : Istimewa
Selat Hormuz ditutup Iran
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
SAMPAI tanggal 9; April kemarin selat hormuz masih ditutup. Para pemikir teknologi pertahanan dn militer negeri Mullah ngambek gara-gara Israel terus mengirim rudal dan merontokkan Lebanon, padahal Iran dan USA tengah gencatan senjata.
Saking ngambeknya Iran, maka penutupan Selat Hormuz terus dilakukan, gak sembarang kapal terutama kapal tanker pengangkut BBM kecuali negara sahabat.
Padahal dahulu ketika situasi normal, selat yang termasuk yuridiksi Iran ini bisa dilalui ratusan tanker BBM dengan muatan 20 juta barel setiap hari di selat ini.
Duta besar Iran di Indonesia memang menjelaskan bahwa Hormuz tidak ditutup secara total. Hanya dibatasi dengan beberapa syarat. Salah satunya pajak selat dibayar dengan mata uang Yuan. Selain itu agar Amerika dan Israel tidak melanggar gencatan senjata yang disepakati selama 2 minggu sampai akhir April.
Tapi ratusan tanker terlanjur balik badan pulang ke pangkalan negerinya di beberapa negara produsen minyak Timur Tengah.
Lantas jika Hormuz ditutup kemana rute distribusi minyak dunia dikirim?. Terusan Zues memang aman tetapi kapasitasnya terlalu kecil.Sekarang masih dilalui kapal tanker dsn wisata namun kapasitasnya hanya 50% dari keadaan normal
Selat Bab El Mandep?. Lekuk laut yang berada di Yaman. Kapasitas nya cuma bisa dilalui tanker dengan bobot 8 juta barel setiap hari.
Selat itu menghubungkan Yaman di semenanjung Arab, (Asia) dengan Jibuti di Somalia (Afrika) ke laut merah dan Samudra Hindia. Tapi ada informasi pejuang Houti Yaman juga akan memblokade selat itu jika Donald Trump dan Benyamin Netanyahu tidak menghentikan perang.
Masih ada rute lain yaitu Tanjung Harapan di selatan benua Afrika. Tapi jalannya terlalu melingkar. Pada gilirannya akan meningkatkan biaya distribusi yang secara logika menjadi alasan akan naiknya harga BBM. Kalau sampai USA $130 per barel maka sangat mungkin APBN Indonesia akan kolaps.
Padahal harapan rakyat Indonesia kepada pemerintah Prabowo-Gibran cukup signifikan, yaitu harga beras Rp5.000 harga bensin Rp5.000 biaya sekolah dan kesehatan dari Paud sampai perguruan tinggi gratis.**

