Dunia Werit Sawit, Saatnya Indonesia Mengeruk Duit

Foto : Istimewa
Sawit komodotas pertanian Indonesia yang menjanjikan.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
DALAM acara silaturahmi keluarga TNI Angkatan Darat, Presiden Republik Indonesia Prabowo tampil ceria. Dengan pakaian kemeja panjang warna krim presiden itu bicara tentang kelapa sawit.
Dia bilang, banyak negara meminta Indonesia mensuplai CPO (Crude Palm Oil) sawit mentah. Ada Mesir,, India Belarus dan sedikitnya 27 negara di Uni Eropa.
Presiden meminta para pelaku produsen sawit memperluas lahan pertaniannya. Indonesia layak berbangga karena merupakan negara produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Tahun 2024 produksi sawit Indonesia mencapai 53 juta ton CPO dari lahan sekitar 28,6 juta hektare. Dan itu sekitar 50% dari seluruh produksi sawit dunia. Disusul Malaysia sekitar 40%.
Asosiasi pengusaha sawit indonesis mendukung kebijakan presiden ke delapan itu. Ketua Apsakindo Edi Martono menyebut setuju ucapan Presiden bahwa sawit merupakan sektor ekonomi yang strategis.
Tak sekadar dari minyaknya saja tetapi juga dari produksi turunannya. Soal adanya kehawatiran sejumlah aktivis lingkungan adanya potensi deporestasi Edi menyebut tidak akan terjadi karena sawit mengandung karbon dioksida.
Para pengamat lingkungan seperti Walhi menunjuk terjadinya penggundulan hutan dan banjir di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Selatan pascapenanaman singkong dalam program food estate presiden Joko Widodo. Sementara soal sawit di dunia memang sedang werit atau sulit, namun peluang bagi petani/pengusaha sawit mengeruk duit.**