Ketika Presiden Keseleo Lidah

Foto : Istimewa
Presiden Indonesia Prabowo Subianto
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
PRESIDEN Indonesia Prabowo Subianto diduga mengalami keseleo lidah (slip of the tongue) saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD pada 14 Agustus 2026 terkait upah buruh harian pengupas bawang (bernama Susana) sebesar Rp700.000 per kilogram.
Mengapa Keseleo Lidah?
Keseleo lidah itu ketidaksesuaian saat mengucapkan sesuatu kata/kalimat saat berbicara di mimbar publik.
Sejumlah penelitian menemukan relevansi keseleo lidah dengan tiga kemungkinan dialami siapa saja.
Pertama, karena faktor usia dan kelelahan. Fungsi otak dan daya ingat seorang yang sudah lanjut usia relatif melambat dalam proses mengingat nama, kata, huruf, angka hingga membaca kalimat sehingga apa yang diucapkan berbeda dengan apa yang dipikirkan
Kedua, karena gangguan medis pada saraf. Kondisi ini membuat sinyal dari pikiran terputus ketika sampai ke syaraf mulut. Kerusakan di pusat bahasa otak inilah yang membuat seseorang sulit menyusun kata, bahkan salah menyebut nama atau benda.
Ketiga gangguan psikologis. Faktor psikologis yang memicu salah ucap terjadi ketika dorongan dari alam bawah sadar yang tertekan menerobos masuk dan mengalahkan sensor mental sadar seseorang.
Fenomena ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipicu oleh keinginan yang terlalu menggebu tapi disertai ketakutan yang disembunyikan dari kesadarannya.
Menurut psikoanalisis Sigmund Freud (1858-1939) kalau fenomena keseleo kata terkait pula dengan kelelahan ekstrem sehingga ia tidak mampu lagi menyaring kata-kata yang harus diucapkan dengan apa yang telah dipikirkannya.**


