Humor Politik

Foto : Istimewa
Ilustrasi humor politik.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
BELAKANGAN ini lelucon di media sosial semakin semarak terkait tingginya kekecewaan publik dalam menyampaikan kritik kekuasaan Presiden begitu kuat dan DPR/MPR semakin melemah.
Jika semula lelucon sebagai hiburan pelepas penat kini humor politik menjadi bahasa komunikasi politik untuk meredakan sedikit ketegangan dan kejenuhan merespons realitas politik yang sudah karut marut.
Lewat kemasan visual dan narasi yang menggelitik, isu-isu sensitif yang semula berat dan keras lelucon tampil menjadi kritik yang lebih cair, mudah dipahami, dan mampu menjangkau publik lebih luas dan tanpa kelas sosial.
Humor Politik itu Perlawanan
Humor politik adalah bentuk perlawanan halus sekaligus alat kritik sosial yang lahir dari rasa tidak berdaya menghadapi penguasa.
Melalui lelucon seperti karikatur, meme, satire dan parodi publik sesungguhnya ingin "menelanjangi" kekuasaan dengan protes sekeras-kerasnya sebagaimana demonstrasi di kota-kota besar tapi dengan tetap menjaga kewarasan akal.
Dengan kata lain, humor politik sesungguhnya sebagai bentuk perlawanan tanpa menaikan tensi darah dan harus marah-marah. Justru membuat isu berat terasa lebih ringan. Bisa menurunkan gengsi penguasa yang konyol dengan menyatukan suara rakyat yang gelisah.**
