Diteror Begal Hidup di Bandung Tak Nyaman Lagi

Ilustrasi
Ilustrasi begal tengah beraksi.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
HIDUP di Bandung tak nyaman lagi. Teror kejahatan jalanan, begal, dan gangster atau geng motor, menghantui kehidupan malam. Sejumlah kejahatan bersenjata meneror penduduk.
Dalam tiga pekan terakhir saja Polrestabes Bandung melaporkan telah meringkus 19 pelaku begal dari 15 kasus di berbagai tempat.
Jam Malam
Pemda dan jajaran keamanan di Bandung kini memberlakukan jam malam khusus untuk pelajar dan PKL (Pedagang Kaki Lima). Waktu berdagang dibatasi hingga pukul 24.00 terutama di beberapa daerah yang dianggap rawan pelaku kejahatan.
Berapa lokasi di antaranya Jalan Soekarno-Hatta, Jalan AH Nasution, Jalan BKR, Kiaracondong, Antapani, Arcamanik, dan Cibiru mendapat prioritas pengawasan terbuka pihak keamanan.
Selain pihak keamanan juga menyisir sejumlah kawasan taman yang menjadi pusat kegiatan malam antara lain Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Taman dan Alun-alun Regol, serta Alun-alun Cicendo.
Modus Mata Elang
Modus yang menonjol dari kejahatan begal berdalih mata elang (debt collector). Pelaku merampas kendaraan dengan menggunakan taktik intimidasi dan tuduhan palsu terkait tunggakan kredit.
Pelaku akan memepet dan memberhentikan korban secara sepihak di pinggir jalan. Meminta korban menunjukkan STNK, bahkan langsung mencoba mencabut kunci kontak motor, selanjutnya kendaraan di bawa kabur.**
