Diteror Begal Hidup di Bandung Tak Nyaman Lagi

  • Ridhazia
  • Jumat, 24 Juli 2026 | 19:06 WIB
foto

Ilustrasi

Ilustrasi begal tengah beraksi.

Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)

HIDUP di Bandung tak nyaman lagi. Teror kejahatan jalanan, begal, dan gangster atau geng motor, menghantui kehidupan malam. Sejumlah kejahatan bersenjata meneror penduduk.

Dalam tiga pekan terakhir saja Polrestabes Bandung melaporkan telah meringkus 19 pelaku begal dari 15 kasus di berbagai tempat.

Jam Malam

Pemda dan jajaran keamanan di Bandung kini memberlakukan jam malam khusus untuk pelajar dan PKL (Pedagang Kaki Lima). Waktu berdagang dibatasi hingga pukul 24.00 terutama di beberapa daerah yang dianggap rawan pelaku kejahatan.

Berapa lokasi di antaranya Jalan Soekarno-Hatta, Jalan AH Nasution, Jalan BKR, Kiaracondong, Antapani, Arcamanik, dan Cibiru mendapat prioritas pengawasan terbuka pihak keamanan.

Selain pihak keamanan juga menyisir sejumlah kawasan taman yang menjadi pusat kegiatan malam antara lain Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Taman dan Alun-alun Regol, serta Alun-alun Cicendo.

Modus Mata Elang

Modus yang menonjol dari kejahatan begal berdalih mata elang (debt collector). Pelaku merampas kendaraan dengan menggunakan taktik intimidasi dan tuduhan palsu terkait tunggakan kredit.

Pelaku akan memepet dan memberhentikan korban secara sepihak di pinggir jalan. Meminta korban menunjukkan STNK, bahkan langsung mencoba mencabut kunci kontak motor, selanjutnya kendaraan di bawa kabur.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Nahdlatul Ulama Terbesar di Dunia
'Bad Ending' Soeharto dan Harmoko
Bansos Sang Primadona
Gubernur Bukan Raja: Uji Negara Hukum dalam Dugaan Kasus Wabup Sumedang
Aduh... Desil Lagi, Desil Lagi!