Pesantren Konglomerat untuk Mereka yang Berkantong Padat

foto

Foto : Istimewa

Pondok pesantren modern Sahid di Bogor.

Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)

TAHUN 1998 Prof. Dr. Kangjeng Raden Haryo Sukamdani Sahid Gito Sarjono sempat kebingungan. Pengusaha besar bidang perhotelan dan pariwisata itu bingung menyelamatksn aset (pribadi dan perusahaan). Sebab [ada tahun itu demo masahasiswa yang ditunggangi massa tak dikenal melakukan pembakaran dan penjarahan.

Setelah berbicara dengan istrinya, Kangjeng Raden Ayu Tumenggung Juliah Sukamdani, sebagian asetnya dibelikan 60 hektare tanah di kawasan Ciputri Kabupaten Bogor. Disana dia mulai membangun padepokan Sahid wisata yang kemudian dikenal sebagai pondok pesantren modern Al Sahid.

Itu mah benar-benar modern, lahan yang digunakan sangat ideal untuk pendidikan berbasis moral yaitu pondok pesantren. Kontur tanah dan lokasinya berada di area pegunungan seluas puluhan hektar dengan suasana asri, sejuk, dan jauh dari perkotaan.

Pola pendidikan yakni menggabungkan kurikulum ilmu agama Islam dengan pendidikan formal umum (IMTAQ dan IPTEK). Sedangkan jenjang pendidikan yakni  dari mulai tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga SMK Jasa Boga.

Fasilitas di pondok pesantren ini dilengkapi dengan asrama santri yang memadai, ruang kelas yang nyaman, masjid, fasilitas kesehatan, laboratorium, hingga perpustakaan. 

Sahid dan kelurga mewaqafkan seluruh lahan yang digunakan untuk pesantren dan lembaga pendidikan Islam mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Lahan Itu dikelola oleh Yayasan Waqaf Sahid Husnul khatimah. Sekarang yayasan ini memiliki lima gedung bertingkat untuk asrama (kobong) putra dan empat lainnya untuk putri.

Setiap gedung terdiri dari 20 kamar dan tiap kamar bisa menampung 6 orang santri. Jadi keseluruhannya bisa menampung 960 santri putra dan putri.

Setelah mantan Ketua Umum Kadin Pusat itu wafat pada tahun 2017 seluruh aset dan harta diurus oleh keluarga isteri dsn anak-anaknya, antara lain Hariyadi Sukamdani dan Sriyanti Sukamdani.

Bahwa memang pondok pesantren modern ini terkenal modern prestisius dan relatif mahal. Biayanya cuma terjangkau oleh orang-orang yang kantongnya tebal. Hal ini dapat disimak dari besaran uang yang harus dibayarkan, di antaranya untuk saantri baru:
- Uang pendaftaran Rp500.000,00
- Uang kuliah mondok tahun pertama Rp15.000.000,00. Tiap tahun harus bayar biaya nominalnya hampir sama dengan tahun pertama.

Pendek kata lahan yang dibeli karena ketakutan dijarah para petani perusuh itu kelak akan menjadi daerah produktif dsn kaya unsur wisata dengan panorama pegunungan yang indah menawan.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya