23 Orang Warga Karangpawitan Garut Korban Kapal Virgo Terbalik, 11 Selamat, 2 Tewas dan 10 Masih Dicari

Yayan Sofyan
Masjid Al Hasbi Situsaeur Karangpawitan jadi Posko korban tragedi kapal Virgo, Muhammad Fahri Nulhadin Hakim salah satu korban yang dicari (kanan).
GARUT, KejakimpolNews.com -- Sebanyak 23 warga Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, di antara 243 kru dan penumpang korban tragedi kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, 11 Selamat, 2 Tewas dan 10 dalam pencarian.
Terkait tragedi ini, Pemkab Garut melibatkan dinas terkait, pemerintan kecamatan dan desa telah membuat posko di Masjid Al Hasbi Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan. Sementara baik 11 korban selamat dan tewas masih berada di rumah sakit Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan bersama ratusan korban lainnya.
Diberitakan, evakuasi penumpang dan kru kapal Virgo Transport 8 berjumlah 243 yang mengalami kecelakaan dan terbalik, pada Minggu (13/09/2026), evakuasi terus dilakukan.
Dari 243 penumpang tersebut, 23 di antaranya warga Kecamatan Karangpawitan Garut. Dua kapal yang membawa korban telah tiba di Pelabuhan Penumpang Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sebanyak 23 korban kapal Virgo warga Karangpawitan ini teridentifikasi berasal dari satu desa yang sama, yakni berasal dari Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan.
Mereka ternyata merupakan kru kapal. Beberapa di antaranya, baru saja bekerja di sana. Hal ini diungkap Agus Miqdar (34), kerabat dari para korban. Menurut Agus, pihak keluarga membenarkan jika para korban tersebut merupakan bagian dari mereka.
"Ya benar kebetulan hampir semuanya dari kampung saya. Semua korban ada ikatan saudara,"ungkap Agus kepada wartawan, Senin, (14/9/2026).
Menurut Agus, ke-23 korban KM Virgo asal Garut tersebut, berstatus sebagai kru kapal. Ada yang bekerja sebagai karyawan kantin, hingga petugas kebersihan kapal tersebut.
Mereka di antara sudah cukup lama bekerja di kapal. Beberapa lainnya adalah karyawan baru, yang baru saja berlayar di rute Surabaya-Banjarmasin yang malang tersebut.
"Ya diajak karena masih saudara, ada yang sudah lebih dulu kerja. Ada yang pindah kapal juga karena itu kebetulan saya dengar kapalnya baru. Informasi yang diterima katanya 11 selamat, 2 meninggal dan 10 masih cari," kata Agus.
Sebelumnya, terkait 23 warga Karangpawitan Garut jadi korban terbaliknya kapal Virgo tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, sampaikan duka mendalam korban musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transfort 8 di perairan laut jawa tersebut, dimana dari 243 orang korban, 23 di antaranya warga Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
"Ya, kami prihatin dan turut berduka cita kepada para korban akibat tenggelamnya Kapal Virgo," ujar Bupati Syakur kepada wartawan, usai apel gabungan di Lapangan Setda, Senin (14/09/2026).
Menurut Syakur, Pemkab Garut telah menerima data para korban sebanyak 23 orang, yang merupakan warga Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan. Para korban ini kata Syakur, sedang b mencari nafkah.
"Dari 23 orang ini, 11 orang dinyatakan selamat, satu dinyatakan meninggal dan masih ada 11 orang yang belum ditemukan," ungkap Syakur.
Syakur mengatakan, untuk penanganan selanjutnya Pemkab Garut dalam hal ini Dinsos akan melakukan koordinasi lintas pemerintah daerah untuk mendapatkan data para korban secara reel, juga menerima pihak keluarga. Kemudian, Pemkab akan melakukan penjemputan para korban.
"Kita akan menjemput kesana, sedang menunggu kabar, saya juga meminta ada perwakilan kesana untuk mendapatkan data yang lebih lengkap," tandasnya.
Sementara, Kepala Dinsos Kabupaten Garut, dr Marlinda Siti Hana, menjelaskan data dari 23 orang warga Garut yang menjadi korban tenggelam tersebut. Di mana, dar jumlah 23 orang, 11 orang selamat, satu meninggal dunia dan 11 belum di temukan.
Data yang selamat, Rehan, Amo, Bili, Ehab, Akmal, Muhammad Iwan, Erik, Iki, Muhammad Agus, Fauzan dan Fatir. Sementara, yang meninggal sementara informasi satu orang atas nama Enjang.
"Korban dalam pencarian sampai tadi belum ada kabar atas nama Utep, Acim, Usep, Raden, Kiki, Agil, Rio, Hakim, Salbi, Aep dan Ihsan, jumlah sebelas orang," kata Marlinda.
Marlinda menyebutkan, Pemkab saat ini sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Situsaeur untuk mengkonfirmasi identitas dan domisili para korban. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak perusahaan kapal.
"Saat ini korban yang selamat dan satu yang meninggal sedang menuju perjalanan ke Surabaya," pungkas Marlinda.**
Editor: Yayan Sofyan