Merokok Membunuhmu, Menguntungkan bagi Sang Dewan

  • 5 jam lalu
foto

Ilustrasi

Ilustrasi bahaya merokok

Oleh HARI SINASTRIO
(Pengamat Sosial)

KALAU sudah bicara soal rokok, para “ahli hisap” mah pasti sudah hafal. Bukan hafal Al-Qur'an, tapi hafal tulisan yang tertera di bungkus rokok. "Merokok Membunuhmu".

Kalimat itu sepertinya belum cukup. Ada lagi: "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin".

Tapi reaksi sebagian perokok?

“Tenang... tenang saja, Bah,” begitu kira-kira jawabannya, dan asap terus mengepul.

Bahkan ada cerita yang bikin kita geleng-geleng kepala. Seorang pria Cina pernah viral gara-gara ikut lomba maraton sambil merokok. Lari mah lari, udud mah udud. Dua-duanya jalan terus.

Katanya memang sudah biasa. Jadi bukan karena iseng.

Kalau ngomong soal kebiasaan merokok di Indonesia, ceritanya juga panjang. Rokok termasuk barang konsumsi yang pengeluarannya sangat besar. Bahkan ada yang lebih rela membeli rokok daripada membeli telur, ayam, tempe, atau tahu.

Mun dirangking mah, rokok bisa masuk jajaran atas.

Jadi jangan heran kalau ada yang bilang:

Mending meuli rokok tinimang meuli endog.”

Padahal harga rokok sekarang tidak murah.

Kampanye bahaya rokok juga sudah di mana-mana. Gambar paru-paru rusak ada. Orang sakit ada. Tulisan “Merokok Membunuhmu” juga ada.

Tapi jumlah yang merokok? Tetap saja banyak.

Anak sekolah pun sekarang sudah tidak asing dengan rokok. Yang tadinya coba-coba, lama-lama jadi kebiasaan. Dewasa sedikit, jadilah “ahli hisab”.

Pemerintah juga serba salah. Rokok jelas merusak kesehatan. Tapi rokok juga menghasilkan cukai yang besar. Jadi kalau mau dilarang total, urusannya tidak sederhana.

Dilarang, ada masalah. Dibolehkan, kesehatan masyarakat yang jadi taruhan. Simalakama.

Nah, yang bikin tambah lieur, urusan cukai ini ternyata bisa membawa orang sampai berbuat curang.

Ada kasus yang menyeret anggota DPR RI kesohor asal partai kuning dari dapil Pasuruan-Probolinggo terkait dugaan pemalsuan pita cukai. Pita cukai palsu itu disebut dibuat mirip dengan yang asli dan ditawarkan di Jawa Timur.

Waduh.

Kalau sudah sampai begitu, judulnya bisa berubah:

“Merokok Membunuhmu, Tapi bagi sang dewan Menguntungkanmu.”

Hehehe.

Padahal rokok memang punya dua wajah.

Satu wajah bilang: “Bahaya! Bisa memperpendek umur!”

Wajah lainnya berkata: “Tapi banyak orang hidup dari saya.”

Ada petani tembakau.

Ada buruh pabrik.

Ada distributor.

Ada warung.

Ada pedagang asongan.

Ada banyak orang yang kehidupannya bergantung pada industri rokok.

Belum lagi pemerintah yang menerima cukai.

Makanya urusan rokok mah benar-benar lieur we.

Ada lagi argumen klasik dari para perokok.

Kolot baheula mah loba nu ngarokok, umurna panjang.”

Betul, ada.

Di daerah saya ada Mbah Suwita namanya, Usianya sampai 90 tahun. Perokok pula. Rokoknya Ji Sam Soe.

Tapi tentu saja jangan langsung disimpulkan bahwa Ji Sam Soe adalah rahasia umur panjang. Itu mah logika “ahli hisab”.

Kalau semua perokok pasti panjang umur, rumah sakit mungkin malah sepi.

Dan satu lagi: jangan kira yang merokok hanya orang miskin.

Para gegeden juga ada yang merokok. Saya pernah datang ke seorang gegeden partai. Saya penasaran, rokoknya apa?Eh, ternyata cerutu. Bukan cerutu kaleng-kaleng. Gede pula.

Cerutu lokal yang mahal bisa sekitar Rp200.000–Rp250.000 satu batang. Sementara cerutu Kuba tertentu bisa mencapai Rp1,2 juta–Rp1,5 juta satu batang. Satu batang, lur! Bukan satu bungkus. Padahal ceuk para ahli hisap, rasanya mah tidak jauh-jauh amat.

“Peda gengsi wungkul mun udud cerutu Kuba mah.”

Nah, saya sendiri bukan orang yang tidak suka melihat orang merokok. Mangga. Rek ngaroko, nya ngarokoYang bikin saya senyum adalah kontradiksinya. 

Di bungkus rokok ada ancaman seolah-olah maut sudah berdiri di depan pintu.

Tapi si perokok?

Ah, engké we.”

Asap lanjut.

Dan sekarang, ditambah cerita pita cukai palsu yang menyeret anggota dewan. Jadi makin lengkaplah kisahnya.

Rokok katanya membunuh.

Tapi dari rokok ada yang mendapat penghasilan.

Pemerintah mendapat cukai.

Industri mendapat keuntungan.

Pedagang mendapat rezeki.

Dan ada pula yang mencoba mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak benar

Merokok memang membunuhmu. Tapi rupanya bagi sebagian orang asapnya juga bisa menghasilkan uang**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
23 Orang Warga Karangpawitan Garut Korban Kapal Virgo Terbalik, 11 Selamat, 2 Tewas dan 10 Masih Dicari
Diduga Keracunan MBG, Belasan Anak SDN 02 Cipeundeuy Padalarang KBB Dilarikan ke Rumah Sakit
Folgers Coffee dari Amerika Serikat Bakti Sosial dengan Santuni Dhuafa Lansia dan Yatim Piatu
Geger, Jasad Pria Tak Dikenal Ditemukan di Pinggir Jalan Cicalengka- Majalaya
Breaking News! Lahan Samping Tol Cisumdawu Terbakar Hebat, Asap Pekat Halangi Jalur Lalu Lintas