Tokoh Senior KB PII Jabar Soroti Program Pemerintah dari MBG dan KDMP hingga Unversitas Republik Indonesia

Foto: One
Sejumlah tokoh senior Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Jabar kritik program MBG dan Unversitas Republik Indonesia.
BANDUNG, KejakimpolNews.com – Sejumlah tokoh senior Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Jawa Barat melontarkan kritik terhadap sejumlah program pemerintah dalam sebuah forum silaturahmi lintas generasi di Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian karena dinilai masih membutuhkan evaluasi agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pertemuan yang digelar di kediaman Prof. Suganda Priatna, Jalan Cigadung Asri Raya, itu dihadiri 20 tokoh senior KB PII dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aktivis hingga mantan pengurus organisasi. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, forum dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai kondisi bangsa dan arah kebijakan nasional.
Diskusi dipimpin H. Udin Koswara, SH., MM., tokoh senior KB PII yang kini berusia 84 tahun. Dalam forum tersebut, ia menilai sejumlah program strategis pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan target dan seremoni peluncuran, tetapi harus dibuktikan dengan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, persoalan pendidikan masih menjadi tantangan mendasar yang belum sepenuhnya terjawab. Masyarakat, kata dia, lebih membutuhkan biaya sekolah dan perguruan tinggi yang terjangkau serta peningkatan kualitas sarana pendidikan dibanding sekadar menghadirkan program-program baru.
Sorotan juga diarahkan kepada program Makan Bergizi Gratis. Udin berpandangan pelaksanaannya perlu dievaluasi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Ia menilai orang tua tetap menjadi pihak yang paling memahami kebutuhan gizi dan kebiasaan makan anak-anak sehingga suara masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan.
Forum tersebut juga membahas dinamika politik nasional. Dalam pandangan pribadinya, Udin mengajak masyarakat tetap mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan pada 2029, sekaligus tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan bangsa.
Sementara itu, Prof. Ganjar Kurnia menilai pertemuan tersebut menunjukkan kepedulian para senior KB PII terhadap masa depan Indonesia tidak luntur meski usia mereka telah memasuki masa senja. Sejumlah peserta bahkan hadir dengan tongkat, kursi roda, maupun didampingi anggota keluarga.
"Semangat mereka menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal batas usia. Pengalaman dan pemikiran para senior harus menjadi bekal bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan kebangsaan," ujarnya.
Silaturahmi itu ditutup dengan komitmen untuk terus menjaga tradisi intelektual, memperkuat persatuan, serta mendorong generasi muda agar tetap kritis terhadap kebijakan publik, namun tetapi mengedepankan etika, dialog, dan semangat kebangsaan dalam menyampaikan aspirasi.**
Author: One
Editor: Maman Suparman
