Regenerasi Pondok Pesantren Sebuah Keniscayaan

foto

Foto : Istimewa

Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan yang semakin eksis.

Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)

DALAM pengamatan saya banyak kyai yang sudah tua dan sakit-sakitan, udzur dan terancam kematian. Mati Itu fardu ain yang melekat kepada semua insan. Bukan fardu kifayah yang bisa diwakili yang lain.

Konsekwensinya adalah regenerasi atau pengkaderan, dan ini menjadi sebuah keniscayaan.
Sejarah dan usia kehadian pondok pesantren di Nusantara ini sudah cukup panjang, sekitar 600 tahun yang lalu. Selama Ini sudah terjadi suksesi kepemimpinan pondok secara alami dan mandiri.

Sekarang sudah ada beberapa kiyai yang menyiapkan calon pengganti. K,H. Sihabudin pemimpin pondok Salafiyah Dua di Cicantayan Sukabumi dengan menyantrikan putranya di Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.

Pemimpin Pondok Pesantren Rawamerta Kabupaten Karawang mengirim dua putranya ke Lirboyo Jawa Timur.. Mereka menambah ilmu tentang agama Islam. Dan yang lebih penting belajar management pondok pesantren dari kiyai tempat mondok.

Selama Ini ada dua model pengkaderan alias menyiapkan pengganti pemimpin pondok. Yang pertama sistem individual. Kebijakan dan keputusan ada pada seorang kyai yang merupakan pendiri dan pemilik pondok. Biasanya anak atau keluarga yang dipercaya. Atau bahkan santri yang dinilai punya wawasan leadership.

Yang kedua pengkaderan kolektif. Itu terjadi di pondok pesantren yang besar yang selama ini dipimpin secara kolektif. Hal seperti itu terjadi misalnya di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta atau di Husnul Khatimah Kuningan. Pemilik pondok Darunnajah K.H. Abdul Manaf Muhayar atau pondok Husnul Khatimah Sahal Suhana, S.H.. menyerahkan tugas kepada panitia yang ditunjuk oleh kepemimpinan kolektif.

Biasanya diambil dari beberapa calon. Mereka, para calon menjalani proses sejak penelitian sampai seleksi. Bisa dari kalangan pondok seperti ustadz, ustadzah atsu guru. Juga dari santri. Bisa juga dari luar.

Keputusan panitia bisanya diterima oleh kyai pemilik pondok dan terjadilah suksesi kepemimpinan pondok pesantren.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Uniku Siap Menggelar PKKMB Bagi 1.000 lebih Mahasiswa Baru
Lahan Sekolah Sengketa, Pemkot Bandung Pindahkan Sementara Siswa SDN 026 Bojongloa ke SDN 148
Anak Sekolah di Bandung Wajib Gunakan Masker Cegah Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Polres Kuningan Gelar Lomba Dai. Memberi Wadah Generasi Muda Tebarkan Kebaikan
Minat Menurun Masuk Pondok Pesantren, Alarm Buat Pak Kyai