Ribuan Rumah dan Puluhan Sekolah di Kab. Bandung Terendam, Kegiatan Belajar Mengajar Lumpuh Total

Yayan Sofyan
Puluhan sekolah di Kabupaten Bandung terendam banjir, di antaranya di SDN 7 Rancaekek.
RANCAEKEK, KejakimpolNews.com - Banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Bandung, termasuk Kecamatan Rancaekek tidak hanya merendam ribuan rumah, puluhan bangunan sekolah dasar (SD) pun ikut terendam.
Di Kecamatan Rancaekek sendiri, akibat luapan Sungai Citarik dan Cikeruh, selain merendam ribuan rumah terutama di Desa Sukamanah, sejumlah SD hingga saat ini tak bisa digunakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kadis Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah ketika dikonfirmasi membenarkan terjangan banjir di Kabupaten ini, puluhan SD pun terkena dampak.
"Benar, puluhan SD di Kabupaten Bandung turut terendam banjir. Meski umumnya bangunan SD tak bisa digunakan proses KBM, KBM tetap berlangsung dengan daring," kata Asep, Selasa (14/4/2026).
Menurut Asep, proses KBM murid SD secara daring yang bangunan sekolahnya terdampak banjir demi keselamatan siswa dan guru-gurunya.
"Puluhan bangunan SD yang terdampak banjir prioritas utama menyelamatkan murid-muridnya, termasuk gurunya. Ya proses KBM secara daring," ungkap Asep.
Apalagi, kata Asep, jika melihat perkembangan cuaca yang ekstrem secara umum tidak bisa diprediksi. Antisipasi potensi bencana (banjir) masih ada jika melihat cuaca ekstrem saat ini dan harus diantisipasi.
"Kelamatan siswa paling utama, baik saat proses KBM di sekolah dan menuju sekolah atau pulang dari sekolah. Ini menjadi pertimbangan dengan tetap memberikan ruang pembelajaran siswa melalui media alternatif atau daring," terang Asep.
41 SD Tedampak Banjir
Asep pun menyebutkan, di Kabupaten Bandung ada sekitar 41 bangunan SD terdampak banjir.
Keempat 41 SD tersebut yakni:
Di Kecamatan Bojongsoang yang terkena dampak banjir sehingga pembelajaran dilaksanakan secara daring,
1. SDN Sapan 3,
2. SDN Dana Bhakti
3. SDN Komplek Sapan ( akses jln dan rumah murid terendam banjir)
4. SDIT Dawatus Salak (akses jalan dan rumah murid banjir)
5. SDN Mulyasari 1, SDN Mulyasari 2, 6 SDN Ciganitri 2, SD Plus Al Aitaam dan 7 SDN GBI
Di Kecamatan Dayeuhkolot
1. SDN Dayeuhkolot 08,
2. SDN Dayeuhkolot 09,
3. SDN Dayeuhkolot 12,
4. SDN Dayeuhkolot 03
5. SDN Dayeuhkolot 04,
6. SDN Bojongasih 02,
7. SDN Sayuran 01,
8. SDN Sayuran 02,
9. SDN Leuwibandung 01,
10. SDN Leuwibandung 02,
11. SDN Leuwibandung 03.
Pembelajaran dilaksanakan secara daring .
3.Di Kecamatan Rancaekek
1. SDN Rancaekek 7,
2. SDN Rancaekek 5,
3. SDN Rancaekek 9,
4. SDN Adi Yasa,
5. SDN Yasa Adi (pembelajaran dilaksanakan secara daring).
Di Kecamatan Solokanjeruk,
1. SDN Bojongemas 03 (daring)
2. SDN Bojongbubu 01 (daring)
3. SDN Bojongbubu 02 (daring),
4. SDN Jerukmipis (daring)
Kecamatan Baleendah
1. SDN Cibadak 01
2. SDN Cibadak 02
3. SDN Cibadak 03
4. SDN Jati 01
5. SDN Jati 02
6. SDN Jati 03
7. SDN Andir 01
Kecamatan Banjaran
1. SDN Pangauban (banjir bandang)
2. SDN Panorama (angin puting beliung)
Kecamatan Pacet
1. SDN Cinanggela ( pagar pinggir sekolah rubuh/longsor).
[15.01, 14/4/2026] Yayan Sofyan: SDN 7 Rancaekek yang diterjang banjir menyisakan lumpur.**
Editor: Yayan Sofyan