Keren, Kab. Bandung Kini Memiliki Sarana Body Rafting, Water Boom, dan Pantai Hingga Dufan, Gratis Lagi

Foto : Istimewa
Banjir di Sapan dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.
BOJONGSOANG, KejakimpolNews.com - Terjangan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung yang sudah hampir sepekan merendam ternyata tak luput dari banyaknya pantauan banyak akun media sosial (medsos).
Mereka ini tak luput membagikan foto dan video keadaan banjir dengan narasi guyonan dan kata-kata nyinyir hingga kritik. Netizen pun banyak memberikan komentar.
Seperti video banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung ini, sarana body rafting, water boom dan pantai hingga Dunia Fantasi (Dufan) kini ada di Kabupaten Bandung, gratis lagi.
Derasnya Sungai, Citarum, Citarik dan Cikeruh hingga jebolnya tanggul Cisunggalah Majalaya yang airnya deras medsos menyebut layak jadi sarana body rafting seperti di Citamiang, Pangandaran.
Sementara terjangan banjir di Dayeuhkolot medsos menyebutnya Pantai Barat Pangandaran dan terjangan banjir Bojongsoang disebut Pantai Barat Pangandara. Kedua "pantai" ini sangat layak jadi sarana water boom.
Sedangkan terjangan di Sapan Bojongsoang, kawasan industri ini, medsos menyebutnya Dunia Fantasi (Dufan) di Jakarta dengan diplesetkann jadi Dupan alias Dunia Sapan.
"Ya memang keren, Kabupaten Bandung yang kini masih diterjang banjir memiliki sarana rekreasi seperti body rafting, pantai, water boom dan Dupan, gratis lagi," tulis netizen.
"Banjir di Kabupaten Bandung rupanya diformalin ya. Pasalnya banjirnya awet hampir sepekan merendam sejumlah titik di Kabupaten Bandung," tulis netizen lainnya.
"Parah, sudah hampir sepekan hingga kini sejumlah titik di Kabupaten Bandung masih terendam banjir. Bagaimana nih langkah pemerintah hare-hare wae?, tulis netizen lainnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan hingga Rabu (15/4/2026) siang sejumlah titik masih terendam banjir. Ketinggian air bervariasi antara 30-40-60 dan 100 cm.
Di antaranya saja, Jalan Sapan, Kecamatan Bojongsoang, kawasan industri, Baleendah, Dayeuhkolot, Solokanjeruk, Majalaya dan Rancaekek.
Terjangan banjir di Rancaekek akibat Sungai Citarik dan Cikeruh meluap, Desa Sukamanah hingga kini dengan 17 RW, 56 RT dan 3.000 KK masih dikepung banjir dengan ketinggian air antara 60-100 cm.
"Ya, sudah 4 hari Desa Sukamanah 'tenggelam' dan kakeueum banjir. Belum ada tanda-tanda air akan segera surut," kata Kades Sukamanah, Dede Rahim, Rabu (15/4/2025).
Sebelumnya, Dede Rahim menyebut, Desa Sukamanah dengan 17 RW, 56 RT dan 3.000 KK diterjang banjir sejak Minggu (12/4/2026).
Banjir ini, kata Dede Rahim, selain merendam ribuan rumah, masjid dan sekolah, ratusan hektare tanaman padi terancam gagal panen karena terendam banjir. Bahkan sekitar 200 KK diungsikan.**
Editor: Yayan Sofyan