Dari Jalanan Menuju Pengabdian
Pangdam Siliwangi Ajak Reborn Indonesia Jadi Mata dan Telinga Pembangunan Jawa Barat

Foto: One
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menerima jajaran pengurus Reborn Indonesia yang dipimpin Chief Acep dalam sebuah pertemuan hangat penuh keakraban.
BANDUNG, KejakimpolNews.com – Deru mesin motor yang selama ini identik dengan kebebasan di jalan raya kini diarahkan menuju misi yang lebih besar: mengabdi untuk masyarakat.
Komitmen itu mengemuka saat Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menerima jajaran pengurus Reborn Indonesia yang dipimpin Chief Acep dalam sebuah pertemuan hangat penuh keakraban.
Bukan sekadar silaturahmi, perbincangan santai tersebut melahirkan gagasan besar tentang bagaimana komunitas motor dapat menjadi mitra strategis TNI dalam membangun sekaligus menjaga Jawa Barat.
Mayjen TNI Kosasih yang dikenal luas dengan julukan "Jenderal Santri" memandang ribuan anggota Reborn Indonesia sebagai jaringan sosial yang menjangkau hingga pelosok daerah. Karena itu, ia mengajak komunitas tersebut menjadi mata dan telinga bagi masyarakat.
"Kalau menemukan jembatan rusak, warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, rumah ibadah yang membutuhkan bantuan, atau persoalan sosial lainnya, segera informasikan kepada kami. Jangan dibiarkan," pesan Pangdam kepada pengurus Reborn Indonesia.
Bagi Pangdam, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kepedulian. Ia meyakini bahwa semakin banyak membantu masyarakat, semakin besar pula keberkahan yang akan diperoleh.
"Sedekah tidak akan mengurangi rezeki. Justru dengan membantu sesama, kita akan diberi keselamatan dan dijauhkan dari berbagai marabahaya," tuturnya.
Ajakan tersebut disambut antusias oleh Chief Acep. Di hadapan Pangdam, ia memaparkan berbagai aksi nyata yang selama ini dilakukan Reborn Indonesia, mulai dari pembangunan penerangan jalan hingga kegiatan sosial di sejumlah wilayah seperti Kuningan, Kersaratu, dan Pangandaran.
Menurutnya, Reborn Indonesia sejak awal tidak ingin dikenal hanya sebagai komunitas pecinta motor. Lebih dari itu, mereka ingin menjadi komunitas yang kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kami siap menjadi bagian dari solusi. Apa yang menjadi harapan Pangdam akan kami jalankan. Jika ada persoalan di lapangan yang bisa kami jangkau, kami akan segera menyampaikan agar dapat ditindaklanjuti," ujar Chief Acep.
Komitmen tersebut akan menemukan momentumnya pada Jambore Reborn Indonesia (RE) II yang digelar pada 11–12 September 2026 di kawasan Laswi Heritage, Kota Bandung.
Ribuan bikers dari berbagai daerah dijadwalkan hadir dalam agenda tahunan tersebut. Salah satu kegiatan utamanya adalah Wingday Ride, konvoi kebangsaan yang akan melintasi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sumedang, hingga Subang sebagai simbol persatuan sekaligus kampanye tertib berlalu lintas dan kepedulian sosial.
Mayjen TNI Kosasih direncanakan melepas langsung peserta Wingday Ride pada 11 September 2026. Sehari setelahnya, Pangdam juga dijadwalkan menghadiri Deklarasi Bandung Kondusif bersama sekitar 300 komunitas motor se-Jawa Barat di Laswi Heritage.
Deklarasi tersebut diharapkan menjadi tonggak lahirnya kolaborasi baru antara TNI dan komunitas motor. Sebuah gerakan yang menegaskan bahwa di balik suara knalpot dan semangat bertualang, para bikers juga mampu menjadi penggerak kepedulian sosial, pelapor persoalan masyarakat, sekaligus penjaga kondusivitas Jawa Barat.
Dari jalanan, mereka tak lagi sekadar menempuh perjalanan. Mereka sedang mengantarkan harapan bagi masyarakat.,**
Author: One
Editor: Maman Suparman
