Lima Wartawan Peliput Erupsi Anak Krakatau di Selat Sunda Hilang Kontak Sejak Senin Hingga Selasa Kini Belum Diketahui

Foto : Istimewa
Lima wartawan dan tiga lainnya hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
BANTEN, KejakimpolNews.com -- Sebuah kapal jenis speedboat yang mengangkut lima orang wartawan dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Mereka para wartawan tadinya akan melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
Namun hingga Selasa (8/9/2026), mereka sulit dihubungi.
Hingga Selasa sore tadi, pencarian secara intensif telah dilakukan oleh Tim SAR gabungan setelah keberadaan mereka tidak diketahui sejak Senin sore. Namun belum berbuah hasil.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten mengakui pihaknya menerima laporan resmi mengenai hilangnya kapal tersebut pada Selasa, 8 September sekitar pukul 13.55 WIB.
Dari laporan terssebut dinyatakan, speedboat tersebut membawa delapan orang, lima di antaranya para wartawan sejumlah media, sedangkan tiga orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Speedboat bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan wartawan asal Banten tersebut berniat mendekat ke area Gunung Anak Krakatau untuk memantau aktivitas vulkanik terbaru.
Komunikasi terakhir diperoleh ketika salah seorang penumpang dengan seorang jurnalis asal Lampung bernama Abay pada Senin sore pukul 14.42 WIB mengirimkan data tentang keberadaannya di titik koordinat lokasi terakhir mereka. Tetapi pada pukul 15.04 WIB, seluruh saluran komunikasi terputus total.
Adapun kelima wartawan yang ikut dalam speedboat tersebut adalah:
1. M. Bagus Khoirunnas (Antara)
2. Ari Basuki (Merdeka)
3. Yudhis (iNews)
4. Daus (Anadolu)
5. Donal (Freelance)
Sedangkan tiga orang lainnya yang ikut dalam rombongan, termasuk kru kapal, masih dalam tahap identifikasi identitas lengkap oleh pihak berwenang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengonfirmasi menduga terakhir kapal berada pada koordinat 6°14'40.52″S 105°40'49.48"T. Titik ini berjarak sekitar 9,98 nautical mile dari pos RIB 02 Banten.
"Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang telah bergerak ke lokasi setelah melakukan pengecekan di Dermaga Pagedongan. Speedboat yang digunakan diketahui milik Kepala Desa Carita," tulis laporan resmi Basarnas.
Dalam laporan rinca tertulis:
1. Sumber Info Kejadian :
Pada hari Selasa, 8 September 2026 pukul 13.55 menerima info dari Bayu (Antara Banten) dengan no telp 0813-5927-4247
2. Lokasi Kejadian :
Perairan Selat Sunda, Kab. Pandeglang-Banten.
Pada Titik Koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T
Heading : 288.34°
Jarak RIB 02 BTN - LKP : 9.98 NM
Waktu Tempuh : 40 Menit
3. Kronologi Kejadian:
Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB Jurnalis Banten bertolak dari dermaga pagedongan Carita untuk meliput aktifitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir Korban dengan Jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 (7/09/26) mengirim sharelokasi terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan korban belum ditemukan.
Jumlah Korban : Sementara 8 orang
Data Korban:
1. M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
2. Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
3. Yudhis (Jurnalis Inews)
4. Daus (Jurnalis Anadolu)
5. Donal (Freelance)
6. Proses Pendataan
7. Proses Pendataan
4. Pelaksanaan SAR :
PD TW 0908 1415 G Tim Rescue USS Pandeglang melakukan pencarian informasi ke Dermaga Pagedongan dengan hasil, Kapal Speedboat milik Pak Lurah Carita bergerak dari Dermaga Pagedongan hari senin tgl 07-09-2026 pukul 14.00 WIB dan hingga saat ini belum kembali dan pemilik kapal belum mendapatkan informasi dari Crew Kapal.**
Editor: Yayan Sofyan