Dapur SPPG Pengolah MBG yang Menyebabkan 32 Siswa SD Cipeundeuy KBB Keracunan, Disuspend 20 Hari

foto

Para siswa-siswi SDN 2 Cipeundeuy, Padalarang dirawat di rumah sakit usai mengonsumsi MBG.

BANDUNG BARAT, KejakimpolNews.com - Buntut keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang bertanggung jawab atas insiden tersebut disuspend 20 hari.

Diberitakan, 32 siswa-siswi dan seorang guru SD Negeri 2 Cipeundeuy, Kampung/Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan diduga akibat mengonsumsi MBG.

Insiden ini membuat orang tua khawatir, dan buntutnya untuk sementara dapur SPPG penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayanipara siswa di SDN 2 Cipeundeuy tersebut disuspend (dihentikan sementara) selama 20 hari.

Ketua Satgas MBG Fauzan Azima mengatakan, keputusan suspend ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan adanya bagian fasilitas yang membutuhkan perbaikan, baik dalam kategori mayor maupun minor, meliputi bangunan yang sifatnya mayor, jadi wajib diperbaiki dan yang minor untuk meningkatkan kualitas layanan.

Satgas juga menemukan fakta bahwa dalam pemeriksaan yakni fasilitas pencucian peralatan makan yang berada di bangunan terpisah dari bangunan utama. Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki untuk memenuhi standar fasilitas dapur MBG.

Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami 31 siswa dan satu guru tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para korban disebabkan oleh makanan MBG.

Dikatakan, selama masa suspensi 20 hari, dapur tersebut diwajibkan melakukan perbaikan fasilitas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Satgas MBG juga menegaskan akan mengambil tindakan lebih lanjut apabila perbaikan yang diwajibkan tidak dilakukan.

Satgas MBG di Kabupaten Bandung Barat juga akan terus monitoring dan evaluasi secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap dapur memenuhi standar pelayanan dan mampu menyediakan makanan yang aman bagi para penerima manfaat,**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Karnaval Agustusan di Cicalengka Ricuh, Sejumlah Pria Mabuk Lukai Camat dan Kapolsek Hingga Berdarah
Terlibat Operasi Libas Lodaya 2026, Tim Dokkes Polda Jabar Periksa Kesehatan Personel
Setelah Murdani, Jasad Irfan dan Ardi yang Terseret Ombak Karangpapak Ditemukan
Abu Vulkanik Mendarat di Sumedang, Ini yang Dilakukan Polsek dan Koramil di Pamulihan
Lagi, Tabrakan Beruntun Libatkan 4 Kendaraan di Belokan Sanur Tanjungsari, Sejumlah Korban Terluka