Pangalengan dan Kertasari Diguncang Gempa 42 Kali, Ini Penjelasan BMKG

Foto: BMKG Bandung
Gempa di Pangalengan berlangsung hingga 42 kali.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Sejak kemarin terjadi puluhan kali gempa di Kabupaten Bandung. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mencatat 42 kali gempa bumi.
Gempa terbaru terjadi dengan magnitudo (M) 2,6, Kamis (17/9/2029) pagi. Berdasarkan data BMKG, gempa M 2,6 terjadi pada pukul 04.59 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur.
Gempa berlokasi di darat, sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 3 kilometer.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," kata Plt. Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, dalam keterangan BMKG, Kamis (17/9/2026).
Gempa bumi dirasakan di wilayah Pangalengan dan Kertasari dengan skala intensitas III MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.
BMKG menyebut gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik di Kabupaten Bandung. Sejak kemarin, BMKG mencatat 42 kejadian gempa di wilayah tersebut.
"Sejak tanggal 16 September 2026 hingga tanggal 17 September pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 42 kejadian gempa bumi," ungkapnya.
BMKG mengatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi.**
Editor: Yayan Sofyan